Peneliti DNA Sugeng Sugiarto Bahas Klaim Nasab dan Hasil Analisis Genetika Keturunan Nabi Muhammad
Dalam keterangannya, Sugeng Sugiarto menyebut Nabi Muhammad selain sebagai nabi juga merupakan manusia yang memiliki keturunan. Ia mengatakan perkembangan penelitian genetika memungkinkan dilakukan analisis terhadap garis keturunan berdasarkan mutasi DNA yang diperkirakan terjadi dalam rentang waktu tertentu.
“Nabi Muhammad hidup sekitar 1.350 tahun yang lalu. Dari situ bisa diperkirakan mutasi genetik yang sezaman dengan beliau,” ujar Sudeng.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan analisis yang disampaikannya, garis keturunan Raja Abdullah Yordania dan Ayatollah Ali Khamenei disebut memiliki nenek moyang yang sama sekitar 1.350 tahun lalu.
Namun, menurutnya, hasil tersebut berbeda dengan garis keturunan Baalawi yang disebut memiliki jarak genetika berbeda jauh.
“Kalau dengan Baalawi sudah berbeda dari sekitar 48.500 tahun yang lalu,” katanya.
Sudeng kemudian menyebut adanya pengkodean tertentu dalam kajian genetika yang digunakannya untuk membedakan garis keturunan tersebut.
Ia mengatakan garis keturunan Raja Abdullah Yordania dan Ayatollah Khamenei dikaitkan dengan haplogroup JL859, sementara Baalawi disebut berbeda.
Menurut Sugeng, haplogroup JL859 disebut diwariskan dari Abdul Muthalib dan dikaitkan dengan keturunan Bani Hasyim, termasuk keturunan Abi Thalib, Abbas bin Abdul Muthalib, dan Abu Lahab.
“Nah kalau Baalawi ini dilakukan triangulasi enggak bisa,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Sugeng juga menyinggung soal pengakuan nasab di lingkungan organisasi keagamaan. Ia menyatakan bahwa pengakuan terhadap suatu nasab seharusnya melalui mekanisme formal seperti bahtsul masail atau keputusan resmi organisasi.
Ia menyebut Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah disebut belum pernah secara khusus membahas penetapan nasab Baalawi melalui forum resmi organisasi.
“NU enggak pernah bahtsul masail tentang nasab Baalawi. Di Muhammadiyah juga enggak pernah ditarjih,” katanya.
Meski demikian, Sugeng menegaskan bahwa dirinya tidak mengingkari nasab pihak mana pun. Ia menyebut seluruh nasab, termasuk nasab Wali Songo, menurutnya tidak boleh diingkari.
“Nasab siapa pun enggak boleh diingkari,” ujarnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Sugeng menyerahkan tanggapan lanjutan terkait polemik tersebut kepada Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani.
Polemik mengenai nasab dan klaim keturunan Nabi Muhammad belakangan menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai diskusi di ruang akademik, media sosial, maupun forum keagamaan. (Qodrat Arispati)
Yuk simak videonya di YouTube:

