-->

Header Menu

Hikayat Seorang Perempuan Membaca Surat Al- Ikhlas di Bulan Rajab

author photo 4.8.19
Suara wanita membaca al quran
Suara perempuan membaca al quran. Foto: istimewa
Warta Sunda - Bulan haram ialah bulan yang amat baik untuk beribadah, termasuk bulan Rajab.  Pahala di bulan ini akan dilipatgandakan, untuk itulah disarankan beribadah sebanyak-banyaknya.

Bukan cuma beribadah, bulan Rajab juga Adalah bulan yang baik untuk memperbanyak amalan istighfar.  Ada banyak keutamaan berdzikir dan istighfar yang dapat kita rasakan di bulan yang baik ini. Seperti hikayat seorang perempuan di bawah ini:

Ke-1: Dari Kitab Mukasyafatul Qulub halaman 255, karya Imam Ghazali:


وَحُكِيَ أَنَّ امْرَأَةً فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ كَانَتْ تَقْرَأُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَلْفَ مَرَّةٍ وَكَانَتْ تَلْبَسُ الصُّوْفَ فِيْ شَهْرِ رَجَبٍ فَمَرِضَتْ وَأَوْصَتْ اِبْنَهَا أَنْ يَدْفِنَ مَعَهَا صُوْفَهَا فَلَمَّا مَاتَتْ كَفَّنَهَا فِيْ ثِيَابٍ مُرْتَفِعَةٍ فَرَآهَا فِيْ مَنَامِهِ تَقُوْلُ لَهُ أَنَا عَنْكَ غَيْرُ رَاضِيَةٍ لِأَنَّكَ لَمْ تَعْمَلْ بِوَصِيَّتِيْ فَانْتَبَهَ فَزِعًا وَأَخَذَ صُوْفَهَا لِيَدْفِنَهُ مَعَهَا فَنَبَشَ قَبْرَهَا فَلَمْ يَجِدْهَا فِيْهِ فَتَحَيَّرَ فَسَمِعَ نِدَاءً أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ مَنْ أَطَاعَنَا فِيْ رَجَبٍ لَا نَتْرُكُهُ فَرْدًا وَحِيْدًا



Artinya:
Diceritakan,bahwa ada seorang perempuan di Baitul Maqdis. Dia membaca surat Qul Huwallaahu Ahad tiap-tiap hari 12.000 kali di bulan Rajab, dan di bulan Rajab tersebut ia mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu kambing (shuf) . Pada suatu waktu dia jatuh sakit dan berwasiat pada anak laki-lakinya, apabila dia mati supaya dikubur bersama-sama pakaiannya yang terbuat dari bulu.
Dan waktu ibunya meninggal, si anak mengkafani jenazah ibunya dengan pakaian yang mahal.
Syahdan, si anak bermimpi menyaksikan ibunya berkata padanya : “Wahai anakku, saya tidak ridha kepadamu, sebab kau tidak melakukan wasiatku”
Maka si anakpun kaget dan terbangun dari tidurnya. Ia cepat-cepat mengambil pakaian shuf ibunya untuk ia qubur bersama-sama ibunya. Lalu iapun menggali kembali kuburan ibunya, tetapi dia tidak mendapati ibunya didalam kuburnya. Diapun bingung sekali, seketika menguping suara yang berkata : “Tidaklah engkau tahu, bahwa barang siapa patuh untuk kami di bulan Rajab maka tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kuburnya”.

Baca: Ini Amalan Bulan Rajab yang Anda Perlukan

Dapat dijelaskan bahwa sebuah cerita seorang wanita yang memperoleh karamah dari Allah berkat keistiqamahannya membaca surat Al-Ikhlas di bulan Rajab. Bentuk karamahnya ialah wanita tersebut diangkat oleh Allah dari kuburannya dikarenakan ia sesudah meninggal dunia.

Ke-2:
Dari Kitab Durratunnasihin halaman 43-44, karya Syeikh Utsman bin Hasan al Khaubari:


حُكِيَ أَنَّ امْرَأَةً فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ كَانَتْ عَابِدَةً إِذَا جَاءَ رَجَبُ تَقْرَأُ كُلَّ يَوْمٍ (قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ) اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ مَرَّةً تَعْظِيْمًا لَهُ وَكَانَتْ تَنْزِعُ اللِّبَاسَ الْأَطْلَسَ وَتَلْبَسُ ثَوْبَ الْبَلَاسَ



Artinya:
Diceritakan, bahwa di Baitul Maqdis ada seorang wanita ahli ibadah, kalau Sampai bulan Rajab, ia membaca surat Qul Huwallaahu Ahad tiap-tiap hari 12 kali. Dia melepas pakaian lusuhnya dan berganti mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu.


فَمَرِضَتْ فِيْ رَجَبَ وَأَوْصَتْ اِبْنَهَا أَنْ يَدْفِنَهَا مَعَ بَلَاسِهَا فَكَفَّنَهَا اِبْنُهَا فِيْ ثِيَابٍ مُرْتَفِعَةٍ رِيَاءَ النَّاسِ



Artinya:
Pada suatu waktu dalam bulan Rajab, ia jatuh sakit dan berwasiat pada puteranya, apabila ia mati supaya dikubur bersama-sama pakaiannya yang terbuat dari bulu, akan tetapi si anak mengkafani jenazah ibunya dengan pakaian yang mahal, dengan maksud pamer untuk orang-orang.


فَرَآهَا فِي الْمَنَامِ فَقَالَتْ يَا بُنَيَّ لِمَ لَمْ تَأْخُذْ بِوَصِيَّتِيْ إِنِّيْ غَيْرُ رَاضِيَةٍ عَنْكَ



Artinya:
Syahdan, si anak bermimpi menyaksikan ibunya berkata padanya : “Wahai anakku, kenapa engkau tidak melakukan wasiatku? Sesungguhnya saya tidak ridha kepadamu”.


Suara Perempuan Membaca Al-Quran




فَانْتَبَهَ فَزِعًا وَنَبَشَ قَبْرَهَا فَلَمْ يَجِدْهَا فِيْ قَبْرِهَا وَتَحَيَّرَ وَبَكَى بُكَاءً شَدِيْدًا



Artinya:
Maka si anak kaget dan terbangun dari tidurnya. Dia cepat-cepat menggali kembali kuburan ibunya, tetapi dia tidak mendapati ibunya didalam kuburnya. Diapun bingung dan menangis sejadi-jadinya


فَسَمِعَ نِدَاءً يَقُوْلُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ مَنْ عَظَّمَ شَهْرَنَا رَجَبَ لَا نَتْرُكُهُ فِي الْقَبْرِ فَرِيْدًا وَحِيْدًا



Artinya:
Dan diapun menguping suara yang berkata : “Tidaklah engkau tahu, bahwa barang siapa yang mengagungkan bulan kami, bulan Rajab maka tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kuburnya”.


Menguping hal tersebut, seorang anak laki-laki dari perempuan yang telah meinggal itu amat menyesali dengan apa yang telah di wasiatkan sebelumnya oleh ibunya, tetapi tidak di lakukan wasiat tersebut. Di samping itu si anak juga bahagia sebab dia tahu bahwa jenazah ibunya sudah memperoleh keistemewaannya sesudah membaca surat Al-Iklhas di bulan Rajab.

Baca: Hadist Soal Keutamaan Bulan Rajab

Inilah bagian cerita, yang digambarkan seorang perempuan tiap-tiap hari membaca ayat Qul Huwallaahu Ahad, bagaimana keutamaan dzikir dan istiqomah beribadah di bulan Rajab. Bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan jasad orang-orang yang istiqomah berdzikir dan beribadah kepada-Nya dikuburan sendirian. [dutaislam/ka]

Wallaahu A’lam.









Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement