-->

Header Menu

Kenapa Baca Basmalah Dikeraskan Dalam Fatihah

author photo 1.10.19
membaca basmalah yang benar
Penjelasan membaca keras basmalah. Foto: istimewa
Warta Sunda - Sebagian ummat Islam membaca basmalah dengan dilirihkan waktu baca Surat al-Fatihah dalam salam. Sementara yang kita amalkan ialah dengan membaca keras basmalah tersebut.

Hadist yang dijadikan dalil ialah riwayat An-Nasa'i, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan lainnya:


ﻋﻦ ﻧﻌﻴﻢ اﻟﻤﺠﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻛﻨﺖ ﻭﺭاء ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻘﺮﺃ ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ، ﺛﻢ ﻗﺮﺃ ﺑﺄﻡ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺘﻰ ﺑﻠﻎ ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ ﻗﺎﻝ: ﺁﻣﻴﻦ، ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻨﺎﺱ: ﺁﻣﻴﻦ، ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻛﻠﻤﺎ ﺳﺠﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻭﺇﺫا ﻗﺎﻡ ﻣﻦ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﻗﺎﻝ: اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺇﺫا ﺳﻠﻢ: " ﻭاﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ، ﺇﻧﻲ ﻷﺷﺒﻬﻜﻢ ﺻﻼﺓ ﺑﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ "



Artinya:
Nuaim Al-Mujmir berkata bahwa: "Saya bermakmum di belakang Abu Hurairah, ia membaca basmalah lantas Surat al-Fatihah sampai Wa laa Adl-Dlaalliina. Abu Hurairah membaca Amin, para makmum membaca Amin". Tiap-tiap sujud Abu Hurairah baca Allahu Akbar dan sesudah salam berkata: "Untuk Dzat yang saya dalam kuasanya, sungguh saya yang paling mirip shalatnya dengan Rasulullah Shalla Allahu alaihi wa Sallama"

Baca: Amalan Basmalah Kyai Shaleh Darat

Ahli hadist pembela Madzhab Syafi'i, Imam Al-Baihaqi sesudah menyebutkan sanad yang lain berkata:


ﻭﻫﻮ ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻟﻪ ﺷﻮاﻫﺪ



Artinya:
"Ini sanadnya sahih. Mempunyai banyak hadis penguat dari riwayat tak sama" (As-Sunan Al-Kubra 2/68)

Ahli hadist lainnya yang juga bermadzhab Syafi'i, Al-Hafidz Ibnu Hajar menguatkan:


ﺑﻮﺏ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺠﻬﺮ ﺑﺒﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ ﻭﻫﻮ ﺃﺻﺢ ﺣﺪﻳﺚ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ...



Artinya:
"An-Nasa'i membikin bab hadist diatas dengan mengeraskan basmalah. Ini ialah hadis yang paling sahih soal mengeraskan bacaan basmalah" (Fath Al-Bari 2/267)


Membaca Basmalah yang Benar



Imam Ibnu Hajar masih meneruskan komentarnya yang cocok dijadikan respon bagi Syekh Al-Albani yang mengutip dari sebagian ahli hadist menilai riwayat diatas selaku hadis Syadz, sebab dalam Kitab Sahih Bukhari atau Muslim hadist ini tidak menyebutkan basmalah, berikut kelanjutannya:


 ﻭﻗﺪ ﺭﻭاﻩ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻏﻴﺮ ﻧﻌﻴﻢ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺑﺪﻭﻥ ﺫﻛﺮ اﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﻛﻤﺎ ﺳﻴﺄﺗﻲ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﻭاﻟﺠﻮاﺏ ﺃﻥ ﻧﻌﻴﻤﺎ ﺛﻘﺔ ﻓﺘﻘﺒﻞ ﺯﻳﺎﺩﺗﻪ ﻭاﻟﺨﺒﺮ ﻇﺎﻫﺮ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﺟﺰاء ﻓﻴﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻮﻣﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺜﺒﺖ ﺩﻟﻴﻞ ﻳﺨﺼﺼﻪ



Artinya:
"Banyak ulama meriwayatkan dari Abu Hurairah selain Nuaim, tanpa menyebut basmalah. Jawabnya bahwa Nuaim ini perawi dipercaya, maka penambahan teks (Basmalah) dapat diterima. Hadis ini terang sekali di dalam seluruh bagian shalat, sehingga diarahkan untuk keumuman hadis, sampai ada dalil yang mentakhsisnya" (Fath Al-Bari 2/267)

Dari kalangan yang semasa dengan Syekh Al-Albani, yaitu Syekh Syuaib Al-Arnauth tatkala memberi catatan dalam Sahih Ibni Hibban, beliau juga menilai hadist soal membaca basmalah dengan suara keras ini ialah Sahih. Bahkan beliau menilai "Hadis ini sahih sesuai syarat (kriteria) Muslim" (Ta'liq Sahih Ibni Hibban 5/100)

Baca: Penjelasan Komprehensif Basmalah dan Hukum Membacanya, Samar atau Nyaring?

Terlepas ada sebagian ulama yang menilai dlaif, akan tetapi apa yang sudah kita amalkan juga berdasar ijtihad dari Imam Syafi'i yang banyak Disokong para ahli hadis. [dutaislam/ka]

Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center Jatim









Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement