-->

Header Menu

Hadist Soal Menyaksikan Nabi dalam Kondisi Terjaga

author photo 26.9.19
mimpi melihat nabi
Hadist mimpi menyaksikan nabi. Foto: istimewa
Warta Sunda - Awliya’ (para Kekasih Allah) ialah seperti bayangan, tidak mempunyai aspek fisik, artinya mereka berserah diri sepenuhnya untuk Allah. Begitu tajalli (manifestasi Nama Allah) bergerak, mereka pun bergerak, mereka tidak bersikeras untuk tinggal.

Rasulullah Sawtidak mempunyai bayangan mengapa? Sebab beliau tidak mempunyai jisim atau badan jasmani, beliau jadi halus dan halus. Beliaulah satu-satunya yang seperti ini dan tidak seorangpun yang lain mempunyai karakteristik ini. Baik sahabat Nabi yang senior atau sahabat beliau yang termuda, wali besar atau wali kecil, seluruh tidak mempunyai karakteristik ini, cuma Rasulullah Sawyang mempunyai karakteristik ini sebab Allah SWT sudah menciptakan beliau dari cahaya.

Dalam suatu hadits, Rasulullah Sawbersabda untuk Jabir ibn ‘Abdillah, ‘Hal ke-1 yang Allah ciptakan ialah cahaya Nabimu, wahai Jabir.’ Saat Allah berharap cahaya Rasulullah Sawuntuk muncul ke dunia ini, cahaya itu muncul melalui Sayyidah Aminah RA. Rasulullah Sawsanggup membedakan antara aspek spiritualitas (ruhaniah) dengan jasmaniah. Beliaulah satu-satunya.

Baca: Menyaksikan Nabi dari 20 Ciri Fisik yang Digambarkan Sayyidina Ali

Semoga Allah SWT mengajarkan untuk kita adab kepada 1 sama lain, adab dengan awliya, serta menjadikan kita Ada di hadirat Rasulullah Sawbaik di dunia maupun di akhirat.
Sebab Rasulullah Sawtelah bersabda, (Man ra’aanii fi ‘l-manaam fa qad ra’aanii haqqa) "Barangsiapa melihatku dalam mimpinya, sungguh ia sudah sungguh-sungguh melihatku." Dan adapula hadits lain di mana beliau SAW bersabda, (Man ra’aanii fa sayaraanii) "Barangsiapa melihatku (dalam mimpi) maka ia akan melihatku."

Sesiapa saja menyaksikan Rasulullah Sawdalam suatu mimpi akan menyaksikan beliau di akhirat sebab Allah mengaruniakan tajalli tersebut bagi Nabi SAW. Bahkan, beberapa ulama’ menafsirkannya lebih jauh lagi.

Imam Suyuthi rahimahullah berkata, ‘Apa untungnya Rasulullah Sawmenjelaskan siapa yang melihatku akan melihatku di akhirat? Sebab saban orang tentu akan menyaksikan Rasulullah Sawdi akhirat, bahkan non-Muslim. Jadi makna hadits itu ialah barangsiapa melihatku dalam suatu mimpi akan melihatku sungguh-sungguh sebelum ia mati, dalam kondisi terjaga.’


Mimpi Menyaksikan Nabi



Itulah penjelasan Imam Suyuthi dalam Manaqib al-Nabi SAW. Bahwa orang itu akan menyaksikan Nabi sebelum di akhirat nanti, di dunia ini juga. Mungkin orang itu akan menyaksikan beliau di suatu hari kapan saja, dan kalau hamba Allah tersebut belum siap menyaksikan beliau kapan saja, artinya hamba itu belum siap untuk menyaksikan beliau SAW dalam kondisi terjaga; itu artinya ia akan menyaksikan beliau SAW pada waktu sakaratul maut kematiannya. Pada waktu itu, segala sesuatunya akan dibuka dan hisab akan diangkat.

Jadi mereka yang berusaha maju untuk menyaksikan Rasulullah Sawdi dunia melalui mimpi, mereka akan menyaksikan Rasulullah Sawdi dunia sebelum akhirat. Ada banyak cara dengan awraad (wirid dan bacaan) yang dapat kita baca untuk menyaksikan Rasulullah Sawdalam mimpi.

Ada lebih dari 70 atau 80 metode bacaan baik dengan ayat-ayat yang tak sama dari Al-Qur’an, doa dan awraad (wirid-wirid) yang memungkinkan kita, sebesar keinginan aspirasi kita, untuk menyaksikan Rasulullah Sawdalam mimpi; dan barangsiapa menyaksikan beliau dalam mimpi akan menyaksikan beliau dalam keadaan sebenarnya.

Menyaksikan Rasulullah Sawialah tingkatan tertinggi syafa’ah. Rasulullah Sawtidak akan meninggalkan mereka yang beliau cintai atau mereka yang mencintai beliau. Beliau akan membawa mereka seluruh ke surga, insyaAllah.

Baca: Berita Gembira dari Nabi Muhammad SAW

Semoga Allah menjadikan kita Ada di bawah syafa’ah Rasulullah Sawdan untuk menyaksikan beliau di dunia sebelum akhirat. [dutaislam/ka]

Mawlana Syaikh Hisham Kabbani.
Catatan:
(1) Hadits dalam Mushannaf ‘Abdurrazzaq.
(2) Misalnya: HR. Bukhari No. 6478, Ibnu Majah No.3895, HR. Bukhari No.6479, HR. Bukhari No.6482, HR. Muslim No.4206, HR. Ahmad No.6871, At-Tirmidzi No.2202.









Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement