-->

Header Menu

5 Manfaat Mengetahui Asbabun Nuzul

author photo 23.9.19
Penjelasan soal asbabun nuzul (sumber: istimewa)

Asbabnun nuzul secara bahasa diambil dari 2 sukuta di dalam bahasa Arab, ialah asbabun dan nuzul. Asbabun Adalah bentuk jamak dari kata sabab yang bermakna karena. Kata nuzul Adalah bentuk masdar dari kata anzala yang bermakna turun. Jadi, asbabun nuzul al-Quran secara bahasa artinya sesuatu karena dituurnkannya al-Quran.

Warta Sunda – Adapun asbabun nuzul secara istilahi ialah suatu kejadian atau kejadian yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat, yang dengannya dapat mengungkap suatu permasalahan dan merangkap suatu hukum pada waktu terjadinya suatu kejadian.

Mengetahui asbabun nuzul Adalah hal yang amat diperlukan bagi siapapun yang ingin memahami ayat al-Quran. Karena, orang yang memahami al-Quran tanpa mengetahui karena turunnya suatu ayat, biasanya akan terjebak pada pemahaman al-Quran yang cenderung parsial.

Baca: Tafsir Surat Al-Isra Ayat 26, Bersedekah Untuk Kerabat

Di samping itu, mengkaji al-Quran yang melalaikan konteks historis di mana ayat atau surat diwahyukan, akan terasa kaku dan kering pemahamannya. Ia cenderung tekstualis dan kurang sanggup membawa makna al-Quran sejalan dengan konteks sekarang.

Oleh sebab itu, pengatahuan soal asbabun nuzul atau sejarah turunnya ayat-ayat al-Qur’an ialah kebutuhan Inti bagi bagi seseorang yang hendak memperdalam pengertiannya soal ayat-ayat al-Quran. Sebab dengan mengetahui asbabun nuzul suatu ayat, seseorang sanggup mengambarkan situasi dan kondisi yang terjadi saat ayat itu diturunkan, sehingga dapat menyingkap makna yang terkandung di balik teks al-Quran.

Dalam hal ini, mengetahui asbabun nuzul mempunyai beberapa faedah selaku berikut.

1. Mengetahui hikmah pemberlakuan suatu hukum dan perhatian syariat kepada kemaslahatan umum dalam mengahdapi segala kejadian selaku rahmat bagi ummat.

2. Memberi batasan hukum yang diturunkan dengan karena yang terjadi, kalau hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum. Ini bagi mereka yang berpendapat al-‘ibrah bikhushush as-sabab la bi ‘umum al-lafzhi ( yang jadi pegangan ialah karena yang spesial, bukan lafadz yang umum).

3. Apabila lafadz yang diturunkan itu bersifat umum dan ada dalil yang memperlihatkan pengkhususannya, maka adanya asbabun nuzul akan membatasi takhshish ( pengkhususan) itu cuma kepada yang selain bentuk karena. Dan tidak dibenarkan mengeluarkannya (dari cakupan lafadz yang umum itu), sebab masuknya bentuk karena ke dalam lafadz yang umum itu bersifat qath’i (pasti, tidak dapat diubah). Maka, ia tidak boleh dikeluarkan melalui ijtihad, sebab ijtihad itu bersifat dzanni (Sangkaan) Pandangan ini dijadikan pegangan oleh ulama umumnya.

Baca: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 9, Pendidikan Anak

4. Mengetahui karena turunnya ayat ialah cara the best untuk memahami al-Quran dan menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tanpa pengetahuan karena turun-Nya. al-Wahidi menerangkan, “Tidak mungkin mengetahui tafsir ayat tanpa mengetahui sejarah dan penjelasan karena turunnya.” Ibnu Daqiq al-Id berpendapat, “Penjelasan soal karena turunnya ayat ialah cara yang pas untuk memahami makna al-Quran. Menurut Ibnu Taimiyah karena turunnya ayat akan membantu dalam memahami ayat, sebab mengetahui karena akan mengatarkan pengetahuan ke musababnya (akibat).”

5. Karena turunnya ayat dapat menerangkan soal ke siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat tersebut tidak diterapkan ke orang lain, sebab dorongan permusuhan dan perselisihan. [Warta Sunda/in]









Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement