KH Syarif Rahmat Tegaskan Kepalsuan Makam Mbah Priok, Masyarakat Perlu Dicerahkan dengan Fakta Historis

KH Syarif Rahmat menegaskan terkait fakta kepalsuan makam Mbah Priok, KH Ubaidillah Tamam Munji menyatakan perlunya masyarakat dcerahkan dengan fakta
Warta Batavia - KH Syarif Rahmat menegaskan terkait fakta kepalsuan makam Mbah Priok, KH Ubaidillah Tamam Munji menyatakan perlunya masyarakat dcerahkan dengan fakta historis.

Pernyataan mengenai dugaan kepalsuan makam Mbah Priok kembali menjadi perhatian publik setelah disampaikan oleh KH Ubaidillah Tamam Munji. Dalam keterangannya, dosen dari UIN Walisongo Semarang tersebut memberikan apresiasi kepada KH Syarif Rahmat yang dinilai berani mengungkap persoalan sejarah terkait makam yang selama ini diyakini sebagian masyarakat sebagai makam Mbah Priok atau Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad di Jakarta Utara.

KH Syarif Rahmat Tegaskan Kepalsuan Makam Mbah Priok, Masyarakat Perlu Dicerahkan dengan Fakta Historis


Menurut KH Ubaidillah Tamam Munji, keberanian KH Syarif Rahmat dianggap sebagai langkah penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar lebih kritis dalam memahami sejarah dan tradisi keagamaan.

KH Ubaidillah: Ada Glorifikasi dan Doktrinasi terhadap Makam Mbah Priok

Dalam penjelasannya, KH Ubaidillah menyebut bahwa selama ini banyak masyarakat diarahkan untuk mempercayai keberadaan makam tersebut melalui berbagai bentuk glorifikasi dan doktrinasi.

Ia menilai bahwa aspek kesejarahan terkait makam yang diasumsikan sebagai makam Mbah Priok masih memerlukan penelitian lebih mendalam. Bahkan, menurutnya, sejumlah tokoh masyarakat sekitar telah lama mempertanyakan validitas sejarah tempat tersebut.

“Masyarakat perlu memahami sejarah secara ilmiah dan objektif agar tidak terjebak dalam glorifikasi yang belum tentu memiliki dasar historis yang kuat,” ungkapnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan akademik dan penelitian sejarah dalam menilai situs-situs yang dianggap sakral oleh masyarakat.

KH Syarif Rahmat Dinilai Membebaskan dan Mencerahkan Masyarakat

KH Ubaidillah menyampaikan bahwa kehadiran KH Syarif Rahmat membawa dampak besar bagi masyarakat, terutama dalam membuka ruang diskusi tentang sejarah makam yang selama ini menjadi lokasi haul dan ziarah.

KH Syarif Rahmat Dinilai Membebaskan dan Mencerahkan Masyarakat


Ia menggunakan dua istilah utama untuk menggambarkan peran KH Syarif Rahmat, yakni:

  • Membebaskan masyarakat dari doktrinasi dan sakralisasi yang dianggap berlebihan.

  • Mencerahkan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan fakta historis.

Menurutnya, masyarakat perlu dibimbing agar aktivitas keagamaan seperti tahlil dan ziarah dilakukan di tempat yang benar-benar memiliki dasar sejarah yang jelas.

Tradisi Ziarah Tetap Penting, Namun Tidak Boleh Dimanfaatkan

Dalam keterangannya, KH Ubaidillah juga menegaskan bahwa dirinya mendukung tradisi ziarah kepada ulama dan leluhur. Namun ia mengingatkan agar tradisi tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi.

Ia menilai bahwa masyarakat Indonesia memang memiliki kecintaan besar terhadap tradisi ziarah, sehingga kondisi tersebut rawan dimanfaatkan apabila tidak dibarengi dengan pemahaman sejarah yang benar.

“Ziarah adalah tradisi baik, tetapi jangan sampai masyarakat diarahkan kepada sesuatu yang belum jelas kebenaran sejarahnya,” jelasnya.

Pentingnya Pendekatan Ilmiah dalam Sejarah Keagamaan

Polemik mengenai makam Mbah Priok menunjukkan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami sejarah tokoh-tokoh agama dan situs keagamaan. KH Ubaidillah menilai bahwa masyarakat perlu mendapatkan edukasi berbasis keilmuan agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terbukti secara historis.

Ia berharap diskusi mengenai sejarah makam tersebut dapat dilakukan secara terbuka, akademis, dan tetap menjaga persatuan umat.

Penutup

Pernyataan KH Ubaidillah Tamam Munji terkait dugaan kepalsuan makam Mbah Priok menjadi sorotan karena menyentuh isu sejarah, tradisi keagamaan, dan edukasi masyarakat. Sementara itu, KH Syarif Rahmat dinilai berperan dalam membuka diskusi publik mengenai validitas sejarah makam yang selama ini diyakini sebagian masyarakat.

Di tengah polemik yang berkembang, pendekatan ilmiah, penelitian sejarah, dan sikap bijak masyarakat menjadi hal penting agar tradisi keagamaan tetap berjalan dengan landasan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara historis. (Qodrat Arispati)

Simak video DR. KH Ubaidillah Tamam Munji di YouTube: 


LihatTutupKomentar