Memasuki Tahun Ketiga, Dukungan ke PWI LS Meluas dan Fokus Perkuat Organisasi serta Edukasi Publik

Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) memasuki tahun ketiga dengan berbagai dinamika organisasi dan perluasan gerakan. Hal ini di
Warta Batavia -  Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) memasuki tahun ketiga dengan berbagai dinamika organisasi dan perluasan gerakan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PWI LS, Gus Ken Pramendra, dalam wawancara di kanal YouTube TV Alwaha Inspiration bersama host Bahril Ulum.

Dalam perbincangan tersebut, Gus Ken menegaskan bahwa PWI LS bukan sekadar organisasi formal, melainkan sebuah gerakan yang bertujuan menjaga sejarah bangsa serta marwah Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut perjalanan selama hampir tiga tahun ini diwarnai tantangan internal maupun eksternal, namun tetap dijalani dengan komitmen dan konsistensi.

“Ini bukan organisasi yang nyaman, tapi pergerakan untuk menegakkan kebenaran dan menjaga harga diri bangsa serta agama,” ujar Gus Ken.

Memasuki Tahun Ketiga, Dukungan ke PWI LS Meluas dan Fokus Perkuat Organisasi serta Edukasi Publik


Perluasan Struktur hingga Luar Negeri

Salah satu fokus utama PWI LS saat ini adalah pembentukan kepengurusan di berbagai tingkatan, mulai dari daerah hingga luar negeri. Menurut Gus Ken, antusiasme masyarakat, termasuk diaspora Indonesia di negara seperti Malaysia dan Singapura, cukup tinggi dalam mendukung gerakan ini.

Ia mengklaim, selain struktur organisasi, dukungan juga datang dari simpatisan luas, termasuk komunitas pesantren. Berdasarkan survei internal yang disebutkan dalam wawancara, jumlah dukungan terhadap PWI LS disebut mencapai lebih dari 22 juta orang, meski angka tersebut tidak dijelaskan secara metodologis.

Edukasi, Media, dan Produksi Literatur

PWI LS juga menaruh perhatian besar pada edukasi publik melalui berbagai media. Organisasi ini mendukung penulisan buku, produksi konten media, hingga rencana penerbitan karya lanjutan terkait isu-isu yang mereka angkat.

Salah satu yang disinggung adalah kelanjutan buku bertema “khurafat” serta rencana penyusunan buku mengenai klaim sejarah yang dianggap menyimpang. Buku-buku tersebut disebut sebagai upaya membentengi masyarakat dari distorsi sejarah dan pemahaman keagamaan.

“Media sangat penting untuk menjangkau masyarakat luas dan menyampaikan informasi perjuangan,” kata Gus Ken.

Dorong Aktivitas Daerah dan Kegiatan Publik

PWLS kini mulai mendorong kegiatan di tingkat daerah, seperti seminar, diskusi, dan bedah buku. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan edukasi serta memperkuat basis gerakan di akar rumput.

Selain itu, organisasi ini juga berencana mengaktifkan berbagai lembaga internal, termasuk bidang perempuan, ekonomi, seni budaya, dan pendidikan.

Proses Hukum dan Tantangan Implementasi

Dalam wawancara tersebut, Gus Ken juga menanggapi sejumlah pertanyaan terkait kasus-kasus hukum yang dilaporkan oleh PWI LS namun dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh jalur hukum sesuai prosedur, meskipun hasil akhirnya bergantung pada aparat penegak hukum. PWI LS, menurutnya, terus melakukan tindak lanjut terhadap laporan yang telah diajukan.

“Kami sudah maksimal menjalankan kewajiban sebagai warga negara. Soal hasil, biar masyarakat menilai,” ujarnya.

Isu Budaya dan Sejarah

PWI LS juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Nusantara yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dakwah Islam oleh Wali Songo. Gus Ken menilai sejumlah praktik budaya tradisional kerap disalahpahami atau distigmatisasi.

Ia menyebut, pendekatan budaya seperti seni, wayang, dan tradisi lokal merupakan bagian dari sejarah penyebaran Islam di Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dipahami secara kontekstual.


Rencana Ekspansi ke Dunia Kreatif

Dalam diskusi tersebut juga muncul rencana produksi film bertema keagamaan dan sejarah, termasuk proyek yang mengangkat isu “khurafat”. PWI LS menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari strategi penyebaran narasi melalui media populer.

Harapan ke Depan

Menutup wawancara, Gus Ken berharap PWI LS dapat terus berkembang dengan menjaga konsistensi perjuangan serta memperkuat solidaritas internal. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap konflik internal maupun pengaruh eksternal.

PWI LS, menurutnya, ingin menjadi organisasi yang semakin diterima masyarakat luas serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Harapan kami, PWI LS ke depan semakin dicintai umat dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

LihatTutupKomentar