Skutik Premium 2026 Diprediksi Makin Canggih dengan Airbag dan Blind Spot Monitoring
Skutik Premium 2026 Diprediksi Makin Canggih dengan Airbag dan Blind Spot Monitoring. Di tahun 2026 belum ada, tunggu saja perkembangan berikutnya
Warta Batavia - Skutik Premium 2026 Diprediksi Makin Canggih dengan Airbag dan Blind Spot Monitoring. Perkembangan teknologi keselamatan pada sepeda motor diprediksi akan terus melesat pada tahun 2026. Jika sebelumnya fitur seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan traction control dianggap mewah, kini produsen mulai berlomba menghadirkan teknologi yang lebih canggih seperti radar, sensor peringatan tabrakan, hingga blind spot monitoring (BSM).
Namun, hingga awal 2026, belum ada skutik premium produksi massal yang benar-benar menggabungkan fitur airbag dan blind spot monitoring sekaligus dalam satu model. Fitur airbag sendiri sejatinya bukan barang baru di dunia roda dua. Beberapa tahun lalu, motor touring kelas atas sudah pernah mengusung teknologi tersebut.
Akan tetapi, untuk kategori skutik premium, tantangan teknis seperti keterbatasan ruang, bobot tambahan, serta efektivitas perlindungan membuat fitur ini belum umum diterapkan. Alhasil, meski teknologi keselamatan terus berkembang, integrasi airbag pada skutik masih menjadi wacana masa depan.
Di sisi lain, fitur blind spot monitoring mulai menunjukkan geliat yang cukup menjanjikan. Salah satu model yang cukup menyita perhatian adalah Ultraviolette Tesseract. Skutik listrik asal India ini telah dibekali teknologi radar modern yang mampu mendeteksi kendaraan di area titik buta pengendara. Bahkan, sistemnya terintegrasi dengan collision alert, lane change assist, serta kamera depan dan belakang.
Fitur-fitur tersebut menjadikan Tesseract sebagai salah satu pelopor teknologi Advanced Rider Assistance System (ADAS) di segmen skutik listrik. Meskipun demikian, model ini tetap belum mengadopsi airbag sebagai perlindungan tambahan.
Contoh lain datang dari Honda NWT150 yang diluncurkan untuk pasar Asia. Skutik ini sudah menggunakan radar untuk mendukung sistem blind spot warning. Teknologi tersebut memberikan peringatan visual ketika ada kendaraan di sisi samping yang sulit terlihat melalui spion. Fitur ini tentu sangat membantu saat berkendara di jalan perkotaan yang padat. Namun, sekali lagi, belum ada sistem airbag yang disematkan pada model ini.
Sementara itu, model premium lain seperti Yamaha TMAX generasi terbaru tetap mengandalkan fitur keselamatan konvensional yang sudah terbukti efektif, seperti dual channel ABS, traction control, cruise control, hingga panel TFT canggih. Begitu pula dengan Honda PCX 160 dan Suzuki Burgman yang menawarkan sistem pengereman mumpuni serta fitur kenyamanan modern, namun belum menyentuh teknologi radar atau airbag di varian standarnya.
Tren ini menunjukkan bahwa produsen masih memprioritaskan pengembangan sistem pencegahan kecelakaan aktif seperti ABS, traction control, hingga sensor radar dibandingkan sistem perlindungan pasif seperti airbag. Secara teknis, mengintegrasikan airbag pada skutik memerlukan perhitungan struktur rangka dan posisi duduk pengendara yang sangat presisi agar efektif saat terjadi benturan frontal.
Meski demikian, arah industri sudah sangat jelas. Teknologi keselamatan berbasis sensor dan radar akan semakin umum dalam beberapa tahun ke depan, terutama di segmen premium dan kendaraan listrik. Blind spot monitoring kemungkinan besar akan menjadi fitur standar pada skutik kelas atas, sementara airbag masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar siap diadopsi secara luas.
Dengan kata lain, tahun 2026 menjadi masa transisi penting bagi dunia skutik premium. Fitur keselamatan semakin pintar dan futuristis, tetapi kombinasi airbag dan blind spot monitoring dalam satu skutik produksi massal masih menjadi impian yang belum terwujud. Bagi konsumen, ini berarti pilihan semakin banyak untuk mendapatkan teknologi keselamatan aktif, meski perlindungan pasif seperti airbag masih harus menunggu inovasi berikutnya.


