-->

Header Menu

Sambut Habib Umar ke PBNU, Begini Akhlak Kyai Said

author photo 26.9.19
Kyai Said mencium tangan Habib Umar bin Hafidz. Foto: Istimewa.
Warta Sunda - Dalam lawatanya ke bermacam tempat, Pimpinan Darul Musthafa, Tarim, Yaman, Habib Umar Bin Hafiz menyempatkan diri bertandang ke Kantor Pengurus PBNU di Jakarta, Senin (23/09/2019).

Kehadiran Habib Umar ke Kantor PBNU disambut para jemaah dan sejumlah pengurus PBNU tidak terkecuali Ketum PBNU Kyai Said Aqil Siradj. Waktu Habib Umar Sampai, Kyai Said Aqil langsung menyambut dengan mencium tangan Habib Umar. sesudah itu, keduanya berbarengan pengurus PBNU lain berbicara kisaran 15 menit.

Beberapa hal yang dibicarakan waktu itu di antaranya soal Ahlussunnah wal jema'ah, NU, dan Islam Wasathiyah. Kyai Said menilai NU dan Habib Umar punya pandangan yang sama soal Islam.

Pada perjumpaan itu Habib Umar menyampaikan terima kasih untuk NU sebab sudah jadi benteng Aswaja di Indonesia. Atas peran NU, Aswaja sampai Saat ini tetap eksis dan kuat di Indonesia.

“Jika tidak ada NU, mungkin ahlussunnah wal jemaah di Indonesia telah hilang,” kata Kyai Said, menirukan pernyataan Habib Umar sebagaimana dikutip dari NU Online, Selasa (24/09/2019).

Kyai Said menjelaskan bahwa menurut Habib Umar santri asal Indonesia yang ada di Yaman kisaran 1000 orang. Santri-santri tersebut dipesankan Habib Umar aktif di NU waktu kembali ke Indonesia.

“Beliau akan mengkader, akan menggembleng santri-santri asal Indonesia supaya jika pulang ke Indonesia mesti aktif di NU,” jelasnya.

Kyai Said menjelaskan untuk Habib Umar bahwa NU bukan cuma benteng Aswaja di Indonesia, melainkan di Nusantara. Indonesia diapit oleh 2 negara non-muslim, tapi kuat, yaitu Cina dan Australia. Kalau Indonesia tidak memegang prinsip wasathiyah, maka telah dipengaruhi oleh ke-2 negara tersebut.

“Jika kita gak wasathiyah, kita udah diserang, tapi sebab kita beprinsip wasathiyah, maka mereka menghormati kita,” kata Kyai Said untuk Habib Umar.

Kyai Said Aqil juga menilai bahwa Habib Umar sepaham dengan NU soal Islam. “Beliau sangat-sangat NU sebab (pengikut) Imam Asy’ari, Imam Syafi’i. Beliau bahkan amat mendoakan NU, bahkan membaca kitab-kitab karya Mbah Hasyim Asy’ari di sana, diajar ke murid-muridnya,” ucap Kyai Said. [Warta Sunda/pin]

Penjelasan: Disadur dan diedit dari  Okezone.com dari NU Online











Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement