-->

Header Menu

Jumlah Pemudik Pesawat Terbang Diprediksi Sebanyak 4.648.047

author photo 4.7.16
JAKARTA - Jumlah pemudik lebaran dengan menggunakan pesawat terbang diprediksi tertinggi, menjadi indikasi daya beli meningkat. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan bahwa pertama kali dalam sejarah operasi angkutan Lebaran di Indonesia, jumlah penumpang angkutan umum dengan menggunakan pesawat terbang diprediksi paling tinggi dibanding moda transportasi lainnya.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menagatakan: "Ini merupakan fenomena baru bahwa penumpang pesawat udara paling tinggi dibandingkan dengan moda lain," katanya seperti dalam rilis di Jakarta yang diterima Sindonews, Minggu (3/7/2016).

Untuk moda angkutan udara, dibanding tahun sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah penumpang angkutan udara naik sebesar 7,6%. Yaitu sebanyak 4.648.047 penumpang dibandingkan tahun lalu yaitu sebanyak 4.319.134 juta.




pemudik pesawat terbag

Menurut Jonan, kenaikan jumlah penumpang pada moda angkutan udara tersebut menjadi indikasi bahwa masyarakat mulai menghargai waktu dan memiliki daya beli yang lebih baik dibanding tahun lalu.

"Selain itu, dengan pengembangan kapasitas dan pelayanan di bandara yang selama ini dilakukan, standar pelayanannya semakin membaik, navigasi semakin baik, penerbangannya semakin disiplin sehingga semakin naik penumpangnya," imbuh dia.

Jonan mencontohkan, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, jumlah penumpang pada 7 hari pertama masa angkutan Lebaran 2016 (24–30 Juni 2016) mengalami kenaikan sebanyak 15%, dan di Bandara Pangkalan Bun pun mengalami kenaikan jumlah penumpang sebanyak 10%.

"Ini sesuai dengan prediksi pemerintah. Indonesia kan negara kepulauan, kalau jaraknya jauh ya masyarakat itu naik pesawat udara, kalau barang lewat tol laut," tuturnya.

Ke depannya, sambung mantan Bos KAI ini, pertumbuhan udara akan semakin pesat. Oleh karena itu, dia berpesan agar operator penerbangan harus lebih disiplin dan regulator juga harus tegas.

Prediksi kenaikan jumlah penumpang juga terjadi di moda penyeberangan, laut, dan kereta api. Penumpang moda penyeberangan diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3,5% yaitu sejumlah 3.698.042 penumpang. Jumlah penumpang pada moda penyeberangan pada tahun 2015 adalah sebanyak 3.572.103

Untuk moda kereta api, Kementerian Perhubungan memperkirakan mengalami kenaikan jumlah penumpang sebanyak 4,63% menjadi 4.113.867 penumpang dari 3.931.712 penumpang pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya moda laut juga diperkirakan mengalami kenaikan jumlah penumpang sebanyak 3% menjadi 910.191 penumpang dari 883.681 penumpang pada masa angkutan lebaran 2015.

Namun untuk moda jalan, menurut Jonan, penumpang pada moda jalan diprediksi mengalami penurunan sebesar 7,87% menjadi 4.328.337 penumpang dari 4.697.945 pada tahun sebelumnya. Sayangnya, dia mengaku belum tahu faktor pasti penyebabnya.

Namun Jonan menegaskan agar angkutan bus tersebut harus memperbaiki diri. "Faktor keselamatan dan pelayanan bus harus diperbaiki," tandasnya. (al/sn)

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement