Tampilan Garang Jetour T2, SUV Berdesain Kotak yang Menantang Dominasi Pasar

Jetour T2, SUV Berdesain Kotak yang Menantang Dominasi Pasar, Tawarkan Tampilan Garang dan Teknologi Canggih dengan Harga Terjangkaudi Indonesia.
Warta Batavia - Jetour T2, SUV Berdesain Kotak yang Menantang Dominasi Pasar, Tawarkan Tampilan Garang dan Teknologi Canggih dengan Harga Terjangkau.

Pasar otomotif nasional kembali diramaikan oleh kehadiran Jetour T2, sebuah SUV berdesain kotak dan maskulin dari sub-brand Chery. Kendaraan ini secara berani menantang dominasi pemain lama di segmen kendaraan off-road bergaya hidup. Jetour T2 menawarkan estetika visual yang sangat mirip dengan Land Rover Defender, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi kelas menengah di Indonesia.

Lebih dari sekadar penampilan tangguh, Jetour T2 membawa revolusi teknologi melalui platform Kunlun yang kokoh dan sistem penggerak XWD (X-Wheel Drive) pintar dari BorgWarner. Sistem ini mampu mendistribusikan torsi secara otomatis ke roda yang membutuhkan traksi, menjadikannya bukan sekadar "mobil mall", melainkan petarung sejati di medan berlumpur maupun berbatu.

Memasuki tahun 2026, varian T2 i-DM (Intelligent Dual Motor) atau Plug-in Hybrid (PHEV) menjadi primadona baru. Varian ini menggabungkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa dengan tenaga instan khas motor listrik, menjawab keraguan konsumen akan borosnya konsumsi bahan bakar pada mobil berbobot berat di tengah kemacetan kota besar.

Tampilan Garang Jetour T2, SUV Berdesain Kotak yang Menantang Dominasi Pasar


Strategi Jetour yang memadukan ketangguhan eksterior "hardcore", kemewahan interior seperti lounge berjalan, dan harga yang kompetitif, sukses menciptakan antrean inden panjang. Hal ini memaksa kompetitor sekelas GWM Tank 300 atau BAIC BJ40 untuk mengatur ulang strategi harga mereka agar tetap relevan di mata konsumen Tanah Air.

Desain Kotak yang Menarik Perhatian

Daya tarik utama Jetour T2 tak lain adalah visualnya. Mengusung bahasa desain "Traveler", mobil ini memancarkan aura petualang yang kuat. Gril depan dengan tulisan JETOUR yang menyala, lampu depan LED kotak, fender roda yang menonjol, hingga ban serep yang menggantung di pintu belakang, semuanya menegaskan karakter petualangnya.

Pada tahun 2026, tren mobil "boxy" memang sedang mencapai puncaknya. Konsumen dikabarkan bosan dengan desain SUV perkotaan yang cenderung membulat dan aerodinamis. Jetour T2 hadir sebagai antitesis, memberikan nuansa retro-futuristik yang membuat pengendaranya merasa mengemudikan kendaraan ekspedisi militer, namun dengan sentuhan akhir cat dan detail yang sangat rapi dan premium.

Performa Hibrida yang Bertenaga

Untuk pasar Indonesia, Jetour T2 hadir dalam dua opsi mesin utama: mesin bensin 2.0 Turbo dan varian PHEV (C-DM). Varian 2.0 Turbo dipasangkan dengan transmisi 7-percepatan DCT yang responsif, menghasilkan tenaga sekitar 254 HP dan torsi 390 Nm. Tenaga ini diklaim cukup untuk menaklukkan tanjakan curam di Puncak atau Lembang dengan muatan penuh.

Namun, bintang utama adalah varian C-DM (Plug-in Hybrid). Varian ini memadukan mesin 1.5 Turbo dengan motor listrik dan transmisi 3DHT. Hasilnya, tenaga gabungan yang bisa mencapai di atas 300 HP dengan torsi monster. Keunggulannya, mobil ini dapat beroperasi dalam mode full electric (EV Mode) sejauh sekitar 100 kilometer, yang dinilai cukup untuk komutasi harian Jakarta-Tangerang tanpa menggunakan bahan bakar sama sekali. Saat dibutuhkan perjalanan jauh, mesin bensin aktif sebagai generator sekaligus penggerak, menghilangkan kekhawatiran akan jangkauan jelajah.

Interior Mewah dan Berteknologi Tinggi

Memasuki kabin, kesan "mobil perang" segera berganti dengan nuansa mewah dan berteknologi tinggi. Dasbor didominasi oleh layar sentuh raksasa berukuran 15,6 inci yang ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8155, menjanjikan respons layar secepat smartphone flagship. Material soft touch, kulit suede, dan aksen metalik melapisi hampir seluruh permukaan interior. Tuas transmisi yang didesain menyerupai tuas pesawat tempur memberikan sensasi berkendara yang unik. Fitur-fitur seperti sunroof panorama super lebar, kursi berventilasi, hingga sistem audio premium dari Sony membuat perjalanan jauh terasa sangat nyaman. Jetour T2 membuktikan bahwa mobil off-road tidak harus mengorbankan kenyamanan penumpang.

Kemampuan Off-Road dan Fitur Keselamatan Canggih

Jangan remehkan kemampuan Jetour T2 di medan berat. Kendaraan ini dilengkapi dengan ground clearance 220 mm dan kemampuan menerjang genangan air hingga kedalaman 700 mm. Sistem XWD-nya memiliki mode berkendara cerdas yang dapat mendeteksi jenis permukaan jalan seperti pasir, lumpur, salju, atau bebatuan, serta menyesuaikan penyaluran tenaga secara real-time.

Fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) Level 2.5 juga sudah menjadi standar. Ini mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, hingga kamera 540 derajat (360 derajat sekeliling ditambah 180 derajat visualisasi kolong mobil). Fitur-fitur ini sangat membantu saat bermanuver di jalan sempit atau saat menghadapi medan off-road teknis, guna mencegah benturan kolong mobil dengan batu.

Jetour T2 menawarkan paket lengkap bagi mereka yang mendambakan gaya hidup petualang tanpa mengorbankan kenyamanan harian dan isi dompet. Dengan estimasi harga di kisaran Rp600-700 jutaan (tergantung varian di tahun 2026), kendaraan ini menawarkan nilai yang sulit ditolak dibandingkan dengan membeli Rubicon bekas yang harganya masih fluktuatif atau Defender yang dibanderol miliaran rupiah. Jetour T2 bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah pernyataan jati diri.
LihatTutupKomentar