Viral Pernyataan “Rasulullah Tawaf di Surabaya”, Ini Tanggapan KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro

Sebuah pernyataan seorang habib mengenai Surabaya menjadi sorotan di media sosial setelah video ceramah yang menyebut “Rasulullah selalu tawaf
Warta Batavia - SURABAYA – Sebuah pernyataan seorang habib mengenai Surabaya menjadi sorotan di media sosial setelah video ceramah yang menyebut “Rasulullah selalu tawaf di Surabaya” beredar luas dan memicu beragam tanggapan publik.

Dalam video yang beredar, seorang habib menceritakan tentang Habib Muhammad bin Idris yang disebut sering datang ke Surabaya meski menetap di Cirebon. Ia menyampaikan bahwa Habib Abu Bakar bin Muhammad Asegaf Gresik pernah mengatakan Surabaya mendapat perhatian khusus dari Nabi Muhammad SAW.

“Surabaya ini diperhatikan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Rasulullah itu selalu tawaf di Surabaya ini,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.

Viral Pernyataan “Rasulullah Tawaf di Surabaya”, Ini Tanggapan KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro

Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan dari KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro melalui sebuah video klarifikasi dan kritik yang juga beredar di media sosial.

KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro Kritik Pernyataan soal “Rasulullah Tawaf di Surabaya”

Dalam keterangannya, KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro mempertanyakan maksud dari istilah “tawaf di Surabaya” yang disebut dalam ceramah tersebut. Ia menyatakan perlunya penjelasan lebih rinci terkait pernyataan itu.

“Saya ini orang Surabaya. Surabaya pusat, Surabaya Selatan, Surabaya Barat, Surabaya Utara atau Surabaya Timur? Kan masih perlu dijelaskan lagi supaya benar-benar jelas,” ujarnya.

Ia juga menyebut video tersebut sebagai bagian dari ajaran yang menurutnya tidak masuk akal dan meminta masyarakat menilai sendiri isi pernyataan tersebut.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi keagamaan yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan kisah-kisah spiritual dan klaim tertentu atas nama agama.

Soroti Fanatisme dan Narasi Nasab

Selain menanggapi pernyataan soal Surabaya, KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro juga menyinggung persoalan fanatisme terhadap tokoh agama dan isu nasab Ba’alawi yang belakangan ramai dibahas di ruang publik.

Ia mengkritik praktik pengkultusan tokoh agama serta menyebut masyarakat harus mampu memilah informasi yang diterima.

Dalam video tersebut, ia juga menyinggung perdebatan mengenai tes DNA keturunan Ba’alawi yang menurutnya telah menjadi pembahasan terbuka di masyarakat.

Seruan untuk Klarifikasi

KRT KH Nur Ihyak Hadinegoro meminta pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut memberikan penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang larangan berdusta atas nama Rasulullah.

“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka,” ujarnya mengutip hadis.

Viral di Media Sosial

Cuplikan video ceramah dan tanggapan tersebut kini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet menilai pernyataan itu perlu diklarifikasi, sementara lainnya menganggapnya sebagai bagian dari penafsiran spiritual tertentu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak habib yang disebut dalam video terkait polemik tersebut.


LihatTutupKomentar