Uji Ketahanan Baterai dan Performa Infinix Note Edge: Seberapa Irit dan Apa Saja Komprominya?
ji Ketahanan Baterai dan Performa Infinix Note Edge: Seberapa Irit dan Apa Saja Komprominya? dengan baterai 6500 mAh yang dikemas dalam bodi tipis
Warta Batavia - Seberapa irit Infinix Note Edge dengan baterai 6500 mAh yang dikemas dalam bodi tipis? Pertanyaan ini mengemuka seiring dengan peluncuran ponsel yang menjanjikan daya tahan luar biasa ini. Untuk menjawabnya, kami melakukan pengujian ketahanan baterai sepanjang hari.
Pengujian dimulai pukul 09.00 pagi dengan baterai terisi penuh 100 persen. Dua jam kemudian, tepatnya pukul 11.00, setelah digunakan untuk menonton dan scrolling saat dibawa ke mal, sisa baterai mencapai 84 persen. Menjelang siang, pada pukul 12.00, baterai tersisa 70 persen.
Pada sore hari, ponsel ini digunakan untuk memotret dengan kamera utama 50 MP dan kamera selfie 13 MP. Pukul 14.00, Infinix Note Edge masih memiliki sisa baterai 53 persen setelah dipakai untuk navigasi Google Maps menuju rumah teman dan mendengarkan musik.
Memasuki pukul 15.00, persentase baterai turun menjadi 42 persen. Setelah itu, ponsel kembali digunakan untuk navigasi Google Maps selama sekitar 1,5 jam dalam perjalanan kembali ke rumah.
Saat tiba di rumah pada pukul 17.00, baterai tersisa 22 persen. Menjelang malam, pukul 19.00, sisa baterai tinggal 12 persen. Mode hemat daya kemudian diaktifkan untuk aktivitas scrolling, dan pada pukul 20.00, baterai hanya menyisakan 3 persen. Secara keseluruhan, ponsel ini mencatatkan waktu layar aktif (screen on time) selama 8 jam.
Lantas, apakah Infinix Note Edge tergolong irit? Dengan kapasitas baterai 6500 mAh, ponsel ini berhasil mempertahankan ketipisan bodi hanya 7,2 mm dan bobot 186 gram, menjadikannya salah satu yang tertipis di kelasnya.
Kelebihan dan Kekurangan: Kompromi di Balik Spesifikasi Menarik
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, Infinix NOTE Edge 5G tidak lepas dari beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Pengisian Daya Cepat yang Kurang Optimal:
Fast charging 45W pada ponsel ini tergolong cukup cepat untuk standar umum, namun untuk kapasitas baterai sebesar 6500 mAh, kecepatannya terasa kurang optimal. Sejumlah kompetitor yang memiliki baterai lebih kecil, sekitar 5000-5500 mAh, sudah mengadopsi fast charging 67W atau bahkan 100W yang mampu mengisi daya hingga penuh dalam waktu 30-40 menit. Rasio watt terhadap kapasitas baterai yang lebih baik tentunya akan memberikan pengalaman pengisian daya yang jauh lebih cepat dan efisien.
Kamera Tanpa Lensa Ultrawide:
Infinix NOTE Edge hanya dibekali konfigurasi dual camera yang terdiri dari kamera utama 50 MP dan sensor kedalaman 2 MP. Ketiadaan lensa ultrawide untuk fotografi lanskap lebar atau lensa telefoto untuk zoom optik berkualitas menjadi catatan penting. Sensor kedalaman 2 MP fungsinya terbatas untuk membantu efek bokeh pada mode potret dan tidak dapat digunakan secara independen untuk mengambil foto. Hal ini berarti ponsel ini hanya memiliki satu kamera fungsional untuk berbagai kebutuhan fotografi, yang cenderung terbatas untuk standar smartphone modern. Absennya lensa ultrawide membuat pengguna tidak dapat menangkap pemandangan luas, foto grup besar, atau interior ruangan dalam satu bidikan tanpa harus mengambil jarak pandang yang lebih jauh. Keterbatasan ini sangat terasa dalam situasi fotografi lanskap, arsitektur, atau ketika berada di ruang terbatas namun ingin memasukkan banyak elemen dalam satu frame, sehingga mengurangi fleksibilitas pengguna.
Tampilan Premium dengan Harga Kompetitif:
Di rentang harga Rp 3.299.000 hingga Rp 3.499.000, Infinix NOTE Edge 5G tampil menonjol dengan layar AMOLED melengkung 144 Hz. Layarnya sangat terang, dikombinasikan dengan baterai besar 6.500 mAh berbasis Silicon-Carbon, desain bodi tipis, serta jaminan pembaruan sistem operasi hingga 3 tahun. Ditambah dengan chipset Dimensity 7100, fitur Infinix AI, dan kamera 50 MP, ponsel ini menawarkan pengalaman penggunaan harian jangka panjang yang matang.
Namun, terdapat kompromi yang perlu dicatat. Fast charging 45W masih terasa standar untuk kapasitas baterai sebesar itu. Performa gaming dinilai nyaman di level menengah, dan absennya kamera ultrawide membatasi fleksibilitas fotografi. Oleh karena itu, Infinix NOTE Edge 5G lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kualitas layar, daya tahan baterai, dan dukungan software, bukan bagi para gamer hardcore atau penggemar fotografi profesional.
Desain Menarik dan Performa Solid untuk Penggunaan Harian:
Infinix Note Edge 5G berhasil menyematkan baterai 6500 mAh dalam bodi yang tetap tipis. Layarnya yang tajam dan antarmuka pengguna (UI) yang diperbarui dengan XOS 16 kini tampil lebih segar dan ringan. Pilihan wallpaper yang beragam juga menambah kesan dinamis.
Secara spesifikasi, ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7100 5G dengan skor AnTuTu benchmark di kisaran 700 ribuan. Tersedia dalam dua pilihan varian memori, yakni RAM 6GB dengan penyimpanan 128GB dan RAM 8GB dengan penyimpanan 256GB. Performanya tetap kencang, meski belum menjadi yang terbaik di kelasnya. Untuk game PUBG Mobile, ponsel ini mampu berjalan stabil pada 60 fps dan dilengkapi fitur bypass charging.
Desain sudut layar yang melengkung memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna. Layar AMOLED 1,5K dengan refresh rate 120Hz dan desain lengkung menambah daya tarik visual. Tampilan modul kamera kini lebih menonjol dengan fitur active follow light untuk notifikasi. Kamera utamanya beresolusi 50MP, sayangnya tidak dilengkapi OIS, namun masih memiliki EIS. Hasil foto dari kamera ini dinilai masih bagus dan setara dengan smartphone di kisaran harga Rp 2-3 jutaan. Infinix Note X juga membawa fitur kamera foto live pertama di produk Infinix.
Selain itu, ponsel ini dilengkapi speaker stereo by JBL, fitur NFC, tombol one-tap, serta beragam fitur AI. Infinix juga menunjukkan peningkatan dalam hal dukungan pembaruan OS, dengan garansi 3 tahun untuk pembaruan OS dan 5 tahun untuk patch keamanan.
Keterbatasan Performa Gaming dan Fotografi:
Meskipun chipset Dimensity 7100 menawarkan performa yang solid, performa gaming ponsel ini masih terbatas di level menengah. GPU Mali-G610 MC2 berada di kelas menengah, bukan flagship. Bagi gamer yang menginginkan pengalaman gaming terbaik dengan grafis maksimal pada game AAA mobile seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail, performa yang ditawarkan mungkin kurang memuaskan. Namun, untuk game MOBA seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, atau Free Fire dengan pengaturan grafis medium hingga tinggi, performa masih sangat memadai dan lancar. Manajemen termal yang baik juga memastikan ponsel tidak cepat panas saat sesi gaming yang panjang.


