Xiaomi SU7 Ultra 2026 Versi Indonesia: Uji Ketahanan Sasis Terhadap Banjir

Xiaomi SU7 Ultra 2026 Versi Indonesia: Uji Ketahanan Sasis Terhadap Banjir Jadi Perhatian Calon Konsumen. Sasis dan sistem baterai Xiaomi SU7 Ultra
Warta Batavia -  Xiaomi SU7 Ultra 2026 versi Indonesia menuai perhatian besar dari calon konsumen yang penasaran dengan ketahanan sasisnya menghadapi banjir, fenomena yang kerap melanda kota-kota besar. Aspek ini menjadi krusial sebelum memutuskan pembelian mobil listrik premium tersebut.

Kekhawatiran ini berakar pada konstruksi rangka, proteksi baterai, penyegelan kelistrikan, dan standar keselamatan yang diterapkan pada mobil listrik modern. Xiaomi SU7 Ultra, sebagai mobil listrik premium, harus memiliki adaptasi khusus untuk pasar Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi. Ketahanan terhadap genangan air bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan sebuah kebutuhan utama.

Secara konstruksi, Xiaomi SU7 Ultra dibangun menggunakan platform listrik dengan struktur rangka yang diklaim mengandalkan baja berkekuatan tinggi. Mobil listrik premium ini menawarkan kombinasi material ringan untuk menjaga rigiditas sekaligus performa optimal.

Xiaomi SU7 Ultra 2026 Versi Indonesia Uji Ketahanan Sasis Terhadap Banjir


Pada mobil listrik, baterai terpasang di lantai kendaraan sebagai bagian dari struktur bawah. Hal ini menjadikan perlindungan terhadap air dan kelembapan sebagai prioritas utama. Secara umum, mobil listrik global telah memenuhi standar proteksi air tertentu pada komponen baterai dan motor listrik. Sistem baterai biasanya dirancang dengan proteksi IP rating yang memastikan ketahanan terhadap percikan dan genangan dalam batas tertentu.

Dalam berbagai literatur otomotif internasional, komponen baterai mobil listrik modern umumnya memiliki proteksi minimal setara IP67. Standar ini mengindikasikan perangkat mampu bertahan dari debu dan perendaman sementara dalam air pada kedalaman tertentu selama durasi terbatas. Jika spesifikasi ini diterapkan pada Xiaomi SU7 Ultra versi Indonesia, secara teori sistem baterai dan motor listrik tidak akan langsung rusak hanya karena melewati genangan air setinggi beberapa puluh sentimeter dalam waktu singkat. Namun, terdapat batas aman yang tidak boleh dilampaui.

Dari sisi sasis, ketahanan terhadap banjir tidak hanya ditentukan oleh material rangka, tetapi juga oleh desain underbody dan sistem drainase. Sasis yang kuat secara struktur belum tentu aman jika terdapat celah yang memungkinkan air masuk ke modul elektronik penting. Xiaomi, sebagai produsen teknologi, tentu memberikan perhatian besar pada sistem kelistrikan. Kabel tegangan tinggi pada mobil listrik dilapisi pelindung khusus berwarna oranye dan dirancang kedap air. Selain itu, konektor dilengkapi seal untuk mencegah korsleting saat terkena air.

Berdasarkan berbagai laporan teknis industri kendaraan listrik, mobil EV cenderung lebih aman dari risiko mogok akibat kemasukan air pada mesin karena tidak memiliki sistem pembakaran internal dan intake udara seperti mobil bensin. Pada mobil konvensional, air yang masuk ke ruang bakar dapat menyebabkan water hammer yang merusak mesin. Pada mobil listrik, risiko tersebut tidak ada. Namun, bukan berarti bebas risiko total. Jika genangan terlalu tinggi hingga menutupi sebagian besar bodi bawah dan berlangsung lama, potensi kerusakan tetap ada, terutama pada sistem kelistrikan sekunder dan modul kontrol.

Dalam konteks Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kerap melaporkan intensitas hujan ekstrem di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat calon pemilik mobil listrik semakin kritis terhadap daya tahan kendaraan saat menghadapi banjir musiman.

Xiaomi SU7 Ultra, yang masuk kategori performa tinggi, tentu memiliki ground clearance tertentu yang perlu diperhatikan. Jika jarak terendah ke tanah relatif rendah demi menunjang aerodinamika, maka kemampuan menerobos genangan juga lebih terbatas dibanding SUV listrik.

Build quality secara keseluruhan pada Xiaomi SU7 Ultra 2026 terlihat solid dari sisi perakitan panel bodi, presisi celah antar panel, serta kekakuan rangka saat diuji di berbagai media internasional. Suspensi dan struktur bawah dirancang untuk menopang baterai besar sekaligus performa tinggi. Namun, ketahanan terhadap banjir tetap bergantung pada kedalaman air, durasi paparan, serta kondisi kendaraan itu sendiri. Tidak ada kendaraan yang sepenuhnya aman jika terendam lama dalam air.

Kesimpulannya, sasis dan sistem baterai Xiaomi SU7 Ultra 2026 versi Indonesia secara desain modern kemungkinan besar telah memiliki proteksi memadai untuk menghadapi genangan air ringan hingga sedang dalam durasi singkat. Namun, penggunaan di area banjir dalam dengan air setinggi kap mesin tetap berisiko tinggi dan tidak direkomendasikan. Dalam kondisi perkotaan dengan genangan wajar, mobil listrik premium seperti SU7 Ultra dapat dikatakan cukup aman selama pengemudi tetap memperhatikan batas kedalaman air dan tidak memaksakan kendaraan melewati banjir ekstrem.
LihatTutupKomentar