Motor Listrik Terjang Banjir? Ini Tips Aman Terbaru 2026 Agar Tidak Korsleting dan Rusak
Motor Listrik Terjang Banjir? Ini Tips Aman Terbaru 2026 Agar Tidak Korsleting dan Rusak. motor listrik kini ikut diuji ketahanannya saat harus
Warta Batavia - Musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada awal Februari 2026 kembali memunculkan persoalan klasik bagi para pengendara, yaitu banjir di jalan raya. Di tengah meningkatnya populasi kendaraan ramah lingkungan, motor listrik kini ikut diuji ketahanannya saat harus melintasi genangan air.
Meski dikenal minim perawatan dan lebih senyap dibanding motor bensin, motor listrik memiliki tantangan tersendiri saat berhadapan dengan banjir. Komponen kelistrikan, baterai, hingga controller menjadi bagian paling sensitif jika terkena air secara berlebihan. Salah penanganan, risiko korsleting hingga kerusakan permanen bisa mengintai.
Para ahli otomotif dan pabrikan motor listrik pun mengingatkan pengendara agar tidak sembarangan menerobos banjir, meski motor listrik umumnya sudah dirancang tahan air. “Tahan air bukan berarti tahan direndam,” menjadi prinsip utama yang harus dipahami pengguna.
Berikut tips aman motor listrik menerjang banjir agar tidak korsleting dan rusak, yang dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis, 5 Februari 2026:
Batas Aman Ketinggian Air
Salah satu hal paling krusial sebelum melintasi banjir adalah mengecek kedalaman air. Batas aman yang direkomendasikan berada di kisaran 20 hingga 30 sentimeter, atau setinggi dek kaki hingga as roda. Jika air sudah mendekati rumah baterai atau arus tampak deras, pengendara sangat disarankan untuk putar balik atau mencari jalur alternatif. Memaksakan melintas di genangan tinggi bukan hanya berisiko pada motor, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara akibat jalan licin dan lubang yang tak terlihat.
Pastikan Port dan Kelistrikan Tertutup Rapat
Sebelum melewati genangan, pengendara wajib memastikan port pengisian daya (charging port) tertutup rapat. Air yang masuk melalui celah kecil sekalipun dapat memicu korsleting. Motor listrik dengan sertifikasi ketahanan air seperti IP67 relatif lebih aman, namun tetap memiliki batas toleransi. Penggunaan aksesori tambahan seperti pelindung karet atau seal port juga disarankan, terutama bagi pengguna yang sering melintas di wilayah rawan genangan.
Jangan Ngebut, Stabil dan Perlahan
Saat terpaksa melintas banjir, pengendara dianjurkan melaju perlahan dan stabil. Kecepatan tinggi justru berbahaya karena cipratan air bisa mencapai komponen atas motor. Selain itu, menjaga kecepatan rendah membantu menjaga keseimbangan dan mencegah ban tergelincir di jalan licin. Hindari berhenti mendadak di tengah genangan, karena tekanan air bisa masuk ke bagian tertentu saat motor diam terlalu lama.
Pantangan Setelah Lewat Banjir
Kesalahan fatal yang masih sering dilakukan pengguna adalah langsung mengisi daya motor setelah melewati banjir. Kondisi port dan konektor yang masih lembap berpotensi menyebabkan korsleting serius. Pengendara disarankan mengeringkan motor terlebih dahulu dan memastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum proses pengisian daya dilakukan. Lap bagian luar motor, periksa panel indikator, dan pastikan tidak ada tanda error pada sistem.
Segera ke Bengkel Jika Ada Gejala Aneh
Jika setelah melewati banjir motor terasa tidak normal seperti tenaga melemah, indikator menyala, atau muncul suara tidak wajar segera bawa ke bengkel resmi atau teknisi motor listrik. Pemeriksaan dini dapat mencegah kerusakan lebih parah pada baterai dan controller yang biayanya tidak murah.
Motor listrik memang dirancang untuk menghadapi hujan dan cipratan air, namun banjir tetap menjadi ancaman serius bila tidak ditangani dengan benar. Dengan memahami batas aman, menjaga komponen tetap tertutup, melaju perlahan, serta melakukan pengecekan pascabanjir, risiko korsleting dan kerusakan dapat diminimalkan. Di tengah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi, kesadaran dan kehati-hatian pengendara menjadi kunci utama agar motor listrik tetap aman, awet, dan siap digunakan kembali.

