-->

Header Menu

Sunnah Menghormati Publik figur Non Muslim

author photo 30.9.19
Jauh-jauh hari Nabi Muhammad Saw sudah meneladankan bagaimana kita berakhlak baik kepada seluruh orang, termasuk kepada non muslim pun, apalagi mereka ialah tokoh-tokoh yang dihormati oleh publik.  Di antara teladannya ialah bagaimana Nabi Muhammad Saw secara full simpatik menjalin korespondensi dengan Raja Romawi Timur, Flavius Heraclius Augustus (w. 641 M) seperti diabadikan dalam hadits shahih Al Bukhari:
Ilustrasi: Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ikut barisan pimpinan bersalaman dengan Paus Fransiskus. (Foto: istmewa)

Oleh Ahmad Muntaha AM

Warta Batavia - Jauh-jauh hari Nabi Muhammad Saw sudah meneladankan bagaimana kita berakhlak baik kepada seluruh orang, termasuk kepada non muslim pun, apalagi mereka ialah tokoh-tokoh yang dihormati oleh publik.

Di antara teladannya ialah bagaimana Nabi Muhammad Saw secara full simpatik menjalin korespondensi dengan Raja Romawi Timur, Flavius Heraclius Augustus (w. 641 M) seperti diabadikan dalam hadits shahih Al Bukhari:


(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى. (رواه البخاري



"Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya ke Heraclius Raja Romawi, semoga keamanan terlimpahkan bagi orang-orang yang ikut petunjuk ..." (HR. Al Bukhari)

Berhubungan hadits ini Syekh Abu Sa'id al Khadumi (w. 1176 H/1763 M) ahli fiqh dan ushul fiqh mazhab Hanafi, menerangkan secara Jelas:

"Saya berpendapat, bahwa dalam hadits tersebut Ada: (1) kesunnahan mengagungkan publik figur masarakat walaupun non muslim bila mengandung kemaslahatan. Dalam hadits itu juga Ada (2) isyarat untuk bersikap halus dan saling bersimpati sebab kemaslahatan. Dalam hadits itu juga Ada (3) kebolehan mengucapkan salam ke non muslim waktu dibutuhkan sebagaimana kebolehannya dilansir dari kitab at Tajnis dalam konteks seperti itu. Karena sikap seperti itu pada hakikatnya bukan sebab mengagungkan, tapi sebab target kemaslahatan, mempertunjukkan kasih sayang dan keakraban selaku keindahan Islam."

Bila sedemikian, bukankah akhlakul karimah, cara-cara bijak dan sikap full simpati kepada seluruh manusia, bahkan kepada non muslim pun menemukan legalitasnya dalam agama dan tidak patut diributkan?

Sumber:
Abu Sa'id Al Khadumi, Bariqah Mahmudiyyah fi Syarh Thariqah Muhammadiyah wa Syari'ah Nabawiyah, II/353-354:



بريقة محمودية في شرح طريقة محمدية وشريعة نبوية - (ج 2 / ص 353-354)



وَأَمَّا مَكْتُوبُهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَا نُقِلَ عَنْ الْبُخَارِيِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ سَلَامٌ عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى ... وَأَنَا أَقُولُ فِيهِ أَيْضًا اسْتِحْبَابُ تَعْظِيمِ الْمُعَظَّمِ عِنْدَ النَّاسِ وَلَوْ كَافِرًا إنْ تَضَمَّنَ مَصْلَحَةً وَفِيهِ أَيْضًا إيمَاءٌ إلَى طَرِيقِ الرِّفْقِ وَالْمُدَارَاةِ لِأَجْلِ الْمَصْلَحَةِ وَفِيهِ أَيْضًا جَوَازُ السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ عِنْدَ الِاحْتِيَاجِ كَمَا نُقِلَ عَنْ التَّجْنِيسِ مِنْ جَوَازِهِ حِينَئِذٍ ؛ لِأَنَّهُ إذًا لَيْسَ لِلتَّوْقِيرِ بَلْ لِلْمَصْلَحَةِ وَلِإِشْعَارِ مَحَاسِنِ الْإِسْلَامِ مِنْ التَّوَدُّدِ وَالِائْتِلَافِ.



[Warta Sunda/gg]








Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement