-->

Header Menu

Ponpes Lirboyo Minta DPR Cepat Sahkan RUU Pesantren

author photo 23.9.19
Ponpes Lirboyo. (Foto: Fb Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur)
Warta Sunda - Pondok Pesantren Lirboyo Kediri meminta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) supaya segara mengesahkan RUU Pesantren.

Hal tersebut tertera dalam surat Ponpes Lirboyo nomor 009/AH/PPL/L/IX/2019 yang ditujukan untuk DPR RI.

"sesudah mengkaji secara mendalam dan ikut proses pembicaraan RUU Pesantren semenjak awal diinisiasi oleh DPR RI dan ikut serta memberikan masukan pada Daftar Inventaris Problem (DIM) bersama-sama Kementerian Agama RI dan pondok pesantren yang lain. Maka, kami Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur dan Himpunan Alumni Santri Lirboyo, mengumumkan menyokong dan memotivasi supaya RUU Pesantren cepat disahkan sebelum selesainya masa bakti DPR RI periode 2014-2019," tulis surat yang diteken Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansur dan Pimpinan Pusat Himasal KH Abdulloh Kafabihi Mahrus, Kamis (19/09/2019).

Kecuali itu, Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj juga mengumumkan sikap PBNU perihal Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren tersebut. Kyai Said meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mensahkan cepat Undang-undang Pesantren.

"Menyikapi Kemajuan terkini, khususnya terkait RUU pesantren, kami bersikap tegas supaya RUU Pesantren cepat disahkan oleh DPR sebab RUU tersebut telah ditunggu bukan saja oleh pesantren NU tetapi seluruh warga pesantren," kata Kyai Said dalam konferensi pers di tempat Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin II, Cisereuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9) sebagaimana dikutip NU Online.

Kyai Said menambahkan bahwa pihak yang berkepentingan kepada UU Pesantren bukan cuma NU, tetapi juga ormas lain yang mempunyai pesantren. Jadi, kata Kyai Said, UU Pesantren menyangkut hajat hidup pendidikan pesantren ormas Islam di Indonesia.

"Ada Perti, Syarikat Islam, Washliyah, Nahdlatul Wathan yang mempunyai pesantren. Kita seluruh menanti sebab RUU Pesantren tidak cuma untuk pesantren NU, tetapi banyak ormas Islam. Mathla'ul Anwar dan lainnya juga punya pesantren," kata Kyai Said.

Pengasuh Pesantren As-Tsaqafah Ciganjur ini menerangkan urgensi UU Pesantren. Menurut dia, pesantren selama ini jadi lembaga pendidikan pinggiran. Padahal, Andil pesantren semenjak zaman kolonial sampai sekarang untuk kepentingan Islam dan peradaban bangsa Indonesia tidak Penting diragukan.

"Kita ingin pesantren jadi pendidikan mainstream, tidak jadi lembaga pendidikan pinggiran dan marjinal. RUU Pesantren telah saatnya diketok. Ki Hajar Dewantara menjelaskan kelebihan pendidikan pesantren dalam membangun karakter bangsa. Ki Hajar Dewantara selaku santri Syekh Sulaiman Borobudur, Pangeran Diponegoro juga santri yang merepotkan Belanda selama 1825-1830," kata Kyai Said. [Warta Sunda/gg]










Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement