-->

Header Menu

DPR Sahkan RUU Pesantren Jadi UU Pesantren

author photo 25.9.19
Ilustrasi DPR. (Foto: Detikcom)
Warta Sunda - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara legal mengesahkan Rancangan Undang-undang mengenai hal Pesantren jadi Undang-undang (UU).

RUU ini secara garis besar mengatur pendidikan pesantren setara dengan pendidikan di sekolah umum.

Keputusan pengesahan RUU Pesantren jadi UU tersebut diambil melalui Rapat Paripurna ke-10 tahun sidang 2019-2020 yang dihelat di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (24/09/2019).

Atas laporan DPR dan pemerintah, Fahri yang memimpin rapat pun meminta persetujuan para member dewan. Member DPR yang datang Sepakat rancangan revisi UU Pesantren disahkan jadi undang-undang.

"Apakah rancangan UU mengenai hal Pesantren dapat disetujui disahkan jadi undang-undang. Apakah dapat disetujui?" kata Fahri, sebagaimana dikutip Detikcom.

"Setuju," jawab hadirin rapat. Fahri lalu mengetuk palu tanda pengesahan undang-undang.

sebelum ini, Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj juga memotivasi supaya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cepat mensahkan Rancangan Undang-undang Pesantren jadi undang-undang.

"Menyikapi Kemajuan terkini, khususnya terkait RUU pesantren, kami bersikap tegas supaya RUU Pesantren cepat disahkan oleh DPR sebab RUU tersebut telah ditunggu bukan saja oleh pesantren NU tetapi seluruh masarakat pesantren," kata Kyai Said dalam konferensi pers di tempat Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin II, Cisereuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9) sebagaimana dikutip NU Online.

Kyai Said menambahkan bahwa pihak yang berkepentingan kepada UU Pesantren bukan cuma NU, tetapi juga ormas lain yang mempunyai pesantren. Jadi, kata Kyai Said, UU Pesantren menyangkut hajat hidup pendidikan pesantren ormas Islam di Indonesia.

"Ada Perti, Syarikat Islam, Washliyah, Nahdlatul Wathan yang mempunyai pesantren. Kita seluruh menanti sebab RUU Pesantren tidak cuma untuk pesantren NU, tetapi banyak ormas Islam. Mathla'ul Anwar dan lainnya juga punya pesantren," kata Kyai Said.

Pengasuh Pesantren As-Tsaqafah Ciganjur ini menerangkan urgensi UU Pesantren. Menurut dia, pesantren selama ini jadi lembaga pendidikan pinggiran. Padahal, Andil pesantren semenjak zaman kolonial sampai Saat ini untuk kepentingan Islam dan peradaban bangsa Indonesia tidak Penting diragukan.

"Kita ingin pesantren jadi pendidikan mainstream, tidak jadi lembaga pendidikan pinggiran dan marjinal. RUU Pesantren telah saatnya diketok. Ki Hajar Dewantara menjelaskan kelebihan pendidikan pesantren dalam membangun karakter bangsa. Ki Hajar Dewantara selaku santri Syekh Sulaiman Borobudur, Pangeran Diponegoro juga santri yang merepotkan Belanda selama 1825-1830," kata Kyai Said. [Warta Sunda/gg]










Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement