-->

Header Menu

Argumentasi Banser Tetap Punya nyali Walau Gencar Dibully

author photo 23.9.19
Ansor-Banser NU. Foto: Istimewa.
Warta Sunda - Serbuan dan nyinyiran sampai bulliyan ke Ansor-Banser di media sosial seakan tidak pernah berhenti. Akan tetapi, hal itu tidak membikin organisasi pemuda NU itu meresponnya dengan emosi keterlaluan. Sebagian besar dari mereka bahkan menganggapnya selaku bahan hiburan.

Seperti ini disampaikan Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Deni Haidar waktu ikut hadir aktifitas Rapat Pleno PBNU yang dihelat di Pesantren Al-Muhajirin, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/09/2019).

"Kami dari Ansor-Banser Jawa Barat punya tagline 'Kumaha Maneh' (Terserah kau). Mau ini mau itu terserah kau, tidak akan ngaruh sama pendirian dan pergerakan kami. Kami biasa saja tidak baper sebab standar akhlak kami ialah kyai," tandasnya.

Bagi Ansor-Banser, kata Deni, sosok atau figur publik yang dijadikan teladan Banser ialah kiai-kiai NU. Seluruh fatwa dan arahan yang disampaikan oleh para kyai NU pasti akan Dilakukan oleh Banser.

"Banser itu takutnya sama kyai. Cuma kyai yang dapat menghentikan dan menggerakkan langkah Banser. Jika ada kekeliruan yang ditunaikan oleh Banser tentu saja para kyai akan langsung menegur. Jika kyai masih diam saja artinya kyai merestui," ujarnya.

Ditambahkannya, Banser tidak akan peduli dengan nyinyiran yang dilancarkan pihak-pihak tertentu, sebab mereka cuma menyaksikan Banser dari kejauhan saja. Para penyinyir tidak pernah ikut kegiatan-kegiatan Ansor maupun Banser sehingga tidak paham dengan ajaran dan prinsip yang dipegang oleh Banser.

"Kami juga telah tidak aneh dengan nyinyiran-nyinyiran yang ditujukan ke Banser, sebab orangnya ya itu itu juga yang dari dulu sungguh tidak suka dengan Banser," tegasnya.

Deni meneruskan, bagi orang yang tidak paham dengan pergerakan Banser masih ada ruang dialog untuk menerangkan melalui tabayun. Tetapi yang repot itu ialah orang yang semenjak awal tidak suka dengan Banser sebab penjelasan apa pun yang disampaikan oleh Banser tidak akan pernah dapat diterima.

"Jika misalnya dengan mem-bully Banser dapat menambah pahala dan masuk surga silahkan lanjutkan kami suka, sebab kehadiran kami dapat menambah pahala dan memasukkan ke surga. Tetapi kalau dengan nyinyir malah tambah dosa ya berhentilah," katanya.

Tetapi sedemikian, kata Deni, Banser senantiasa terbuka dan menerima kritik dari siapa pun. Hal itu sebab walau bagaimana pun juga Banser ialah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan.

Lebih detail Deni menceritakan waktu ini PW GP Ansor tengah melaksanakan konsolidasi organisasi selaku usaha peningkatan kemampuan dan kapabilitas Banser.

"Jadi Banser itu tidak cuma soal pakai seragam, jargon dan sebagainya. Tetapi bagaimana Banser dapat mengkhidmahkan dirinya di tempat masing-masing, serta dapat memberikan manfaat dan maslahat ke warga," pungkasnya. [Warta Sunda/pin]

Penjelasan: Disadur dari NU Online dengan judul asli 'Argumentasi Banser Tidak Takut Nyinyiran'.










Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement