-->

Header Menu

2 Kader FPI Riau Jadi Terdakwa Lakukan Aksi anarkis Kepada Aparat

author photo 18.9.19
5 terdakwa kerusuhan 21- 22 Mei disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/09/2019). 2 dari 3 terdakwa yaitu Surya Gumala Cibro dan Hendri Siamrosa. Keduanya kader Front Pembela Islam (FPI) asal Riau. Adapun 3 lainnya yaitu Yayan Hendrayana, Iskandar Hamid, dan Obby Nugraha. Mereka ialah kader kader Partai Gerindra asal Tasikmalaya.
Keadaan sidang dakwaan untuk terdakwa kerusuhan 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/09/2019). Foto: Kompas.com.

Warta Batavi - 5 terdakwa kerusuhan 21- 22 Mei disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/09/2019).

2 dari 3 terdakwa yaitu Surya Gumala Cibro dan Hendri Siamrosa. Keduanya kader Front Pembela Islam (FPI) asal Riau. Adapun 3 lainnya yaitu Yayan Hendrayana, Iskandar Hamid, dan Obby Nugraha. Mereka ialah kader kader Partai Gerindra asal Tasikmalaya.

dikutip dari Kompas.com, mereka disidangkan secara bergilir dengan 2 perkara yang tak sama. Agenda persidangan ialah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Nopriandi.

5 orang tersebut dituduh terlibat dalam aksi 22 Mei 2019. Mereka didakwa melaksanakan aksi anarkis kepada aparat yang tengah menjalankan tugasnya di wilayah Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Sementara 3 kader Partai Gerindra asal Tasikmalaya, para terdakwa saat itu tidak membubarkan diri meski aparat sudah beberapa kali meminta untuk bubar.

“Para terdakwa malah melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas, merusak barrier, dan merusak Sarana umum,” ucap Nopriandi waktu membacakan dakwaan.

Nopriandi menyebutkan, para terdakwa memaksa masuk ke Gedung Badan Pengawas Pemilu dan menerobos petugas. Para terdakwa waktu itu bahkan membikin situasi aksi 22 Mei makin panas.

“Mereka melaksanakan provokasi dengan mengejek-ejek petugas bahkan memaki-maki petugas,” katanya.

Sementara waktu situasi rusuh terjadi, aparat juga menemukan mobil ambulans putih kategori minibus dengan nomor polisi B 9686 PCF yang berlogo partai Gerindra, mengangkut pecahan batu konblok, batu kali, dan batu hebel.

“Ada 20 buah batu kali yang Disangka sisa dari batu untuk melemparkan petugas,” kata Jaksa Nopriandi.

5 orang tersebut didakwa 3 pasal, ialah Pasal 170 ayat 1 jo Pasal 53 ayat 1 KUHP soal Aksi anarkis Bersama-sama-sama. Ke-2, Pasal 212 KUHP jo 214 ayat 1 KUHP soal Aksi anarkis kepada Pejabat, dan yang ketiga Pasal 218 KUHP soal Aksi Damai. [Warta Sunda/pin]

Penjelasan: Disadur dan diedit dari Kompas.com.

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement