-->

Type something and hit enter

By On
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meminta anggota parlemen untuk mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan pemeriksaan back-ground yang kuat untuk pembelian senjata api. Permintaan ini Datang sesudah 2 aksi aksi tembak yang terjadi di 2 negara bagian AS pada akhir Minggu lalu.

Trump menerangkan, kematian para korban tidak akan sia-sia dan meminta ke-2 partai politik untuk mengambil langkah-langkah untuk dapat dilakukannya pemeriksaan lebih detail untuk para pembeli senjata.


“Kita tidak dapat membiarkan mereka yang terbunuh di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, mati sia-sia. Seperti ini juga bagi mereka yang cedera parah. Kita tidak pernah dapat melupakan mereka, dan banyak orang yang Datang sebelum mereka,” kata Trump.

“Partai Republik dan Demokrat wajib bersatu dan memperoleh pemeriksaan back-ground yang kuat, mungkin mengawinkan legislasi ini dengan reformasi imigrasi yang amat dibutuhkan. Kita wajib mempunyai sesuatu yang baik, jika bukan hebat, keluar dari 2 kejadian tragis ini!” sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (6/8).



2 aksi aksi tembak terjadi di 2 negara bagian AS selama akhir Minggu. 2 aksi tembak itu mematikan setidaknya 29 orang dan melukai puluhan orang lainnya.


Aksi tembak ke-1 terjadi di El Paso pada Sabtu, di mana pelaku, yang diketahui bernama Patrick Crusius, menyerbu orang-orang Walmart setempat. Dia menembaki orang-orang di tempat parkir dan di dalam toko. Setidaknya 20 orang meninggal dan 26 orang lainnya luka-luka.


Pada hari yang sama dan cuma berselang 13 jam, aksi tembak massal terjadi di Dayton, Ohio. Aksi tembak yang ditunaikan oleh Connor Betts itu mematikan sembilan orang. Pelaku sendiri ditembak mati oleh petugas polisi.


(esn)



Warta Batavia by alfiani wardah

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...

Click to comment