-->

Header Menu

Ribuan Warga Tinggalkan Kashmir sesudah warning Serbuan

author photo 6.8.19
SRINAGAR – Ribuan turis, peziarah, dan pekerja India mulai meninggalkan wilayah Kashmir sesudah pemerintah lokal Memperingatkan kemungkinan serbuan member milisi.

India Menyatakan telah mematikan 5 member milisi yang mencoba menyerbu prajurit. Pejabat keamanan India mengakui mempunyai bukti serbuan itu diplaningkan oleh member milisi yang Disokong angkatan bersenjata Pakistan pada para peziarah Hindu di Kashmir yang kebanyakan Muslim.

Perintah pemerintah lokal secara efektif menghentikan aktifitas ziarah dan meminta mereka kembali ke rumah. Juru Bicara pertahanan India yang berbasis di Srinagar Kolonel Rajesh Kalia Menyatakan ada beberapa usaha para member milisi yang berbasis di Pakistan untuk mengganggu perdamaian di Kashmir dan menargetkan para peziarah.

“Kisaran 5 sampai tujuh member milisi meninggal waktu mencoba menyerbu prajurit India dekat wilayah Keran,” ungkap Kalia, dilansir Reuters.

Dia Menyatakan persenjataan dan amunisi ditemukan dalam operasi itu. “Tentara keamanan akan terus merespon semua aktivitas jahat,” ujar Kalia.

Juru Bicara pertahanan Pakistan menyangkal tudingan itu sebagai propaganda dan kebohongan nyata. Pejabat pemerintah lokal di Kashmir menerangkan, himbauan pemerintah lokal mengakibatkan kepanikan dan memicu kepulangan ribuan turis, peziarah dan pekerja asal India.

Pejabat itu tidak menyebutkan angka pasti tapi Menyatakan sebagian besar dari 20.000 peziarah Hindu dan turis India serta 200.000 pekerja India telah meninggalkan wilayah itu.

Kashmir diklaim oleh India dan Pakistan serta jadi tempat konflik antara ke-2 negara. Ketegangan meningkat sesudah kendaraan berisi bahan peledak menabrak konvoi kepolisian India pada 14 Februari sampai mematikan 40 polisi paramiliter dan memicu konflik udara antara 2 negara.

India menuding Pakistan mendanai para member milisi bersenjata serta kelompok separatis di wilayah India. Pakistan menyangkal tudingan itu. Pakistan cuma Menyatakan memberi sokongan diplomatik dan moral pada gerakan separatis di wilayah India.

Pemerintah Pakistan Menegaskan pihaknya kuatir dengan situasi di Kashmir yang dikontrol India. Islamabad juga Tidak mau perkiraan intelijen India soal kemungkinan adanya serbuan dalam waktu tidak lama.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan telah menyuarakan kekuatiran itu dalam surat pada Sekretaris Jend. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan serta Sidang Umum PBB.

Imbauan India dikeluarkan sesudah pemerintah lokal di Kashmir Menyatakan 1 ranjau dengan tanda Penjelasan Pakistan ditemukan dalam amunisi yang disita sesudah laporan kemungkina nserangan pada rute-rute yang dipakai para peziarah Hindu ke gua Amarnath saban tahun.

“Imbauan itu memicu kepanikan orang dan pengunjung di sini. Kashmir telah mengalami waktu terburuk tapi kami sebagai pejabat pemerintah tidak tahu apa yang tengah terjadi,” kata pejabat pemerintah lokal di Kashmir.

Dalam suasana khawatri, beberapa orang berusaha menyimpan kebutuhan pokok dan antrean panjang kelihatan di depan stasiun pengisian bahan bakar, ATM dan toko medis di Srinagar, ibu kota Jammu dan Kashmir.

“Lebih dari 6.000 penumpang meninggalkan Srinagar melalui pesawat pada Sabtu (3/8),” ungkap pernyataan Otoritas Bandara India. (Syarifudin)

(nfl)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement