-->

Header Menu

Persamaan serta Perbedaan Shalat Idul Fitri dan Idul Kurban

author photo 4.8.19
Penjelasan persamaan dan perbedaan antara shalat Idul Fitri dan shalat Idul Kurban (sumber: istimewa)

Hari raya Idul Kurban dan Idul Fitri Adalah hari bahagia ummat Islam. Ekspresi kebahagian ummat Islam tercerminkan dari menggemanya kalimat takbir di penjuru dunia.

Warta Sunda - Di dalam perayaan Idul Kurban dan Idul Fitri, ummat Islam selalu dihiasi ghirah berbagi dengan orang-orang yang tidak sanggup. Idul Kurban dibuktikan dengan penyembelihan qurban dan idul Fitri dengan wajibnya zakat fitrah.

Ke-2 hari raya ini mempunyai banyak kesamaan. Misalnya, adanya amalan puasa sebelum masuk hari raya Idul Kurban dan Idul Fitri. Tapi, keduanya juga mempunyai perbedaan di beberapa hal tertentu.

Baca: Begini Fakta Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Tidak Mesti Mengacu Untuk Wukuf di Arafah

Dalam hal shalat misalnya, juga mempunyai kesamaan dan perbedaan. Baik pada hari raya Idul Kurban atau Idul Fitri, ummat Islam disunahkan melaksanakan shalat berjamaah.

Kesamaan shalat Idul Kurban dan Idul Fitri terkait hukum penyelenggaraan shalat. Kebanyakan ulama berpendapat shalat Idul Kurban atau idul Fitri keduanya bersifat sunnah muakkad. Walaupun, ulama Madzhab Hanafi mengumumkan hukumnya wajib.

Lalu kesamaan keduanya dalam hal praktek shalat, hitungan total rakaat, tahun disyariatkannya, dan disunahkannya 2 khutbah sesudah melakukan shalat. Shalat ied disyariatkan di dalam Islam pada tahun ke-2 hijriyah.

Baca: Ini Dalil Puasa Sunnah Tarwiyah

Persamaan antara ke-2 itu ada pada masahal hukum, tahun pensyariatan, hitungan total rakaat, tidak ada adzan dan iqamah, tidak ada shalat sunnah sebelum dan sesudah, disunnahkan ada khutbah setelah shalat, dihadiri oleh seluruh kalangan, dikerjakan oleh Nabi di luar kota Madinah, dikejakan di waktu dhuha, dan lainnya.

Di dalam melakukan shalat, keduanya ditunaikan sebanyak 2 rakaat dengan tujuh kali takbir di luar takbiratul ihram pada rakaat ke-1 dan 5 kali takbir di luar takbir intiqal pada rakaat ke-2.


وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ   قَالَ : قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ التَّكْبِيرُ فِي الْفِطْرِ سَبْعٌ فِي الأولَى وَخَمْسٌ فِي الأخْرَى وَالْقِرَاءَةُ بَعْدَهُمَا كِلْتَيْهِمَا



"Dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya dan dari kakeknya berkata bahwa Nabi Saw bersabda,"Takbir di shalat Idul Fithri tujuh kali di rakaat ke-1 dan 5 kali di rakaat yang ke-2. Dan membaca ayat Al-Quran sesudah takbir pada keduanya” (HR. Imam Abu Daud)

Baca: Keutamaan Sepuluh Hari Ke-1 Bulan Dzulhijjah

Kecuali itu, shalat Idul Fitri dan Idul Kurban keduanya tidak didahului adzan atau iqamah, cuma dianjurkan mengucapkan ashshalatu jamiah. Lalu waktu penyelenggaraan keduanya juga sama-sama di waktu dhuha. Shalat ied tidak boleh Dilakukan setalah masuk waktu dzuhur.

Adapun perbedaan shalat Idul Kurban dan Idul Fitri terletak pada problem waktu serta kesunahan sebelum melakukan shalat. Shalat Idul Kurban ditunaikan lebih awa daripada shalat Idul Fitri.


أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ



Bahwa Nabi Saw memerintahkan untuk beberapa shahabatnya untuk memajukan waktu shalat Adha dan mengakhirkan waktu shalat fithr. (HR. Imam asy-Syafi'i).

Pada hari raya Idul Kurban, ummat Islam disunahkan untuk tidak makan sampai selesai menjalankan shalat ied. Adapun tatkala Idul Fitri, ummat Islam bahkan disunahkan makan terlebih dahulu sebelum melakukan shalat. [Warta Sunda/in]









Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement