-->

Header Menu

Perkosa dan Bunuh Beberapa Perempuan, 2 Laki-laki Jepang Digantung

author photo 4.8.19
TOKYO – 2 terpidana mati di Jepang dieksekusi gantung pada hari Jumat. Keduanya dihukum mati atas tudingan memerkosa dan menghabisi beberapa perempuan.

Eksekusi gantung ke Koichi Shoji, 64, dan Yasunori Suzuki, 50, telah dikonfirmasi Kementerian Kehakiman yang dilansir Japan Times, Sabtu (3/8/2019). Ini Ialah eksekusi mati ke-1 di negara itu pada 2019.

Menteri Kehakiman Takashi Yamashita sebelumnya telah memerintahkan eksekusi ke ke-2 terpidana mati tersebut.

“Penghinaan seksual, termasuk pemerkosaan, ialah kejahatan yang tidak termaafkan. Perkara-kasus ini amat menakutkan, karena para penjahat juga menghabisi korban-korban mereka,” kata Yamashita pada konferensi pers.

Akan tetapi, ia Tidak mau untuk memberikan rincian lebih detail Soal hal bagaimana eksekusi diputuskan dan Dikerjakan.”Keputusan itu dibuat sesudah pertimbangan yang cermat Soal hal apakah ada argumentasi untuk menunda eksekusi,” ujarnya mengacu pada keputusan taktik lama pemerintah Jepang.

Shoji dijatuhi hukuman mati karena menghabisi Hiroko Hayashi, 54, serta memerkosa dan menghabisi Fumiko Osawa, 42. Ke-2 tindakan mematikan ini terjadi di Prefektur Kanagawa pada tahun 2001. Dia juga bertindak sendirian dalam memerkosa dan melukai wanita lain di Tokyo setahun sebelumnya.

Adapun Suzuki dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan tindakan mematikan ke Nana Kubota, 18, tindakan mematikan ke Toshiko Onaka, 62, dan percobaan pemerkosaan dan tindakan mematikan ke Keiko Fukushima, 23. Kejahatannya terjadi pada Desember 2004 sampai Januari 2005.

Pada Desember tahun lalu, otoritas berwenang Jepang juga mengeksekusi 2 terpidana di Osaka. sebelum ini, pada Juli tahun lalu 13 eks anggota sekte Aum Shinrikyo juga dieksekusi mati.

Yamashita Tidak mau untuk menjawab apakah Shoji dan Suzuki telah meminta pengadilan ulang. Akan tetapi, ia membenarkan bahwa dari 111 narapidana yang dijatuhi hukuman mati, 82 mengusulkan permintaan semacam itu.

Menurut pernyataan pihak hak asasi manusia Amnesty International Jepang, Shoji telah mengusulkan petisi untuk sidang ulang.

Federasi Asosiasi Pengacara Jepang menyerukan penghapusan hukuman mati pada tahun 2020, dengan menuding pada kasus-kasus di mana orang-orang dipenjara kemudian dinyatakan tidak bersalah sesudah sidang ulang. Dalam seruannya, federasi itu juga mempersoalkan validitas menggantung terpidana mati yang mengusulkan petisi untuk pengadilan ulang.

(mas)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement