-->

Header Menu

Perkara Racun Skripal, Trump Kembali Tampar Rusia dengan Sanksi

author photo 3.8.19
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjatuhkan sanksi untuk Rusia sehubungan dengan serbuan racun ke eks Spionase Rusia dan putrinya pada 2018 lalu. Langkah ini dinilai anggota parlemen Rusia akan mengecilkan kemungkinan untuk menormalisasi hubungan ke-2 negara.

dikutip dari ABC News.go, Jumat (2/8/2019), Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Kamis malam yang memberlakukan putaran sanksi ke Moskow, yang membantah melakukan serbuan racun ke Spionase tersebut.

Anggota Kongres telah menekan Gedung Putih untuk memberlakukan tindakan hukuman tambahan ke Moskow.

Awal Minggu ini, ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Eliot Engel dan Mike McCaul, panel Republik, mecatat surat untuk Trump yang menerangkan kepadanya bahwa ia diharuskan oleh hukum untuk menjatuhkan sanksi putaran ke-2.

AS memberlakukan putaran ke-1 sanksi sesudah menteri luar negeri memutuskan pada Agustus 2018 bahwa serbuan itu memenuhi standar serbuan senjata kimia di bawah Undang-undang Kontrol Senjata Kimia dan Biologis serta Ancaman Perang. Anggota kongres menerangkan sanksi ke-1 itu sebagian besar memberlakukan hukuman yang telah diterapkan AS, seperti menghentikan sokongan asing dan penjualan senjata untuk pemerintah Rusia.

Anggota kongres menerangkan untuk Trump bahwa sanksi putaran ke-2 diperlukan sesudah Departemen Luar Negeri kemudian memutuskan pada November 2018 bahwa mereka tidak dapat Menyatakan bahwa Rusia tidak akan melakukan aktifitas seperti itu lagi.

“Kami mendesak Anda untuk mengambil tindakan cepat untuk meminta Rusia bertanggung jawab full atas pemanfaatan senjata kimia yang mencolok di Eropa,” tulis mereka.

Merespon sanksi teranyar ini, anggota parlemen Rusia menilai hal tersebut akan membikin normalisasi hubungan ke-2 negara makin jauh dari kondisi sesungguhnya.

“Pengenalan sanksi baru ke Rusia oleh Washington tidak cuma membikin kemungkinan normalisasi hubungan Rusia-Amerika jadi lebih hipotetis, mereka ialah serbuan teranyar ke hubungan internasional secara umum dan stabilitas strategis di dunia,” kata Frants Klintsevich, anggota komite pertahanan dan keamanan majelis tinggi Rusia, yang pandangannya mencerminkan pemikiran Kremlin.

Pada Maret 2018, Sergei Skripal, eks perwira intelijen angkatan bersenjata Rusia yang jadi agen ganda untuk Inggris, dan putrinya yang tengah berkunjung, Yulia, ditemukan tidak sadarkan diri di bangku taman di kota Salisbury di Inggris sesudah terpapar racun saraf Novichok. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam kondisi kritis tapi berhasil pulih.

Seorang petugas polisi juga menderita sakit. Beberapa bulan sesudah serbuan ke Skripal, seorang laki-laki setempat, yang menemukan botol parfum berisi bekas-bekas racun saraf yang dibuang, jadi sakit parah dan pacarnya, Dawn Sturgess, meninggal karena paparan yang tidak disengaja.

Serbuan racun ini memicu konfrontasi diplomatik di mana ratusan diplomat diusir oleh Rusia dan negara-negara Barat.

(ian)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement