-->

Header Menu

PBB kritik keras Rezim Bahrain atas Eksekusi 2 Aktivis

author photo 1.8.19
2 Aktivis Bahrain, Ali Mohamed Hakeem al-Arab dan Ahmed Isa al-Malali
Kekejaman Rezim Bahrain

Warta Batavia, Jenewa – PBB mengkritik keras keras eksekusi 2 aktivis muda di Bahrain, dimana eksekusi tersebut Ialah bagian dari tindakan keras rezim yang berkuasa Al Khalifah untuk para pembangkang politik dan aktivis pro-demokrasi di kerajaan Teluk Persia itu.


“Kami amat mengutuk eksekusi pada 26 Juli di Manama atas 2 warga Bahrain, Ali Mohamed Hakeem al-Arab, 25, dan Ahmed Isa al-Malali, 24. Eksekusi Dikerjakan pada Jumat malam, walaupun ada kekuatiran yang diungkapkan oleh Komisaris Tinggi, menyusul 2 pernyataan publik sebelumnya oleh para ahli HAM PBB … bahwa “legitimasi” laki-laki itu diperoleh melalui penyiksaan, dan soal kurangnya proses hukum dan jaminan pengadilan yang adil. Orang ketiga, seorang pekerja migran, juga dieksekusi sesudah dijatuhi hukuman karena tindakan mematikan, ”kata Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rupert Colville, di kota Jenewa Swiss, Selasa (30/07).


Ia menambahkan, “Kami juga amat prihatin dengan masa depan tahanan lain, yang dijatuhi hukuman mati di Bahrain dan berisiko dieksekusi dalam waktu tidak lama. Kami menyerukan pemerintah Bahrain untuk menghentikan semua eksekusi yang tertunda, dan memastikan persidangan ulang untuk ini dan para terdakwa lainnya yang haknya mungkin dilanggar.”


Baca: HRW Desak Bahrain Batalkan Hukuman Mati atas Para Aktivis


“Kami sepenuhnya menyokong himbauan para ahli PBB untuk otoritas Bahrain untuk menetapkan moratorium legal pada semua eksekusi dengan maksud untuk menghapuskan hukuman mati,” kata Colville.


Al-Arab dan al-Malali dieksekusi di Hotel prodeo Jaw yang terkenal, di selatan ibukota Manama, sesudah perjumpaan pribadi dengan Famili mereka.


Baca: KEJAM! Aktivis Bahrain ini Disiksa Sampai Nyaris Buta


Mereka ditangkap secara terpisah pada Februari 2017. Ke-2 pria itu diadili dalam persidangan massal dengan 58 terdakwa lainnya, dan dijatuhi vonis pada Januari 2018 atas tudingan terorisme. Mereka dijatuhi hukuman mati. Pada Mei 2019, Pengadilan Kasasi menguatkan hukuman mati tersebut.


Ribuan Pengunjuk rasa anti-rezim telah menggelar unjuk rasa di Bahrain nyaris tiap-tiap hari semenjak Bughot rakyat diawali di negara itu pada pertengahan Februari 2011. (ARN)



rnrnPBB Kritik keras Rezim Bahrain atas Eksekusi 2 Aktivis by Ahmad Fawas","author":{"@type":"Person","name":"Ahmad Fawas","url":"https://wartabatavia.com/author/fawas/"},"articleSection":["BERITA DUNIA"],"image":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2019/08/PBB-Kritik keras-Rezim-Bahrain-atas-Eksekusi-2-Aktivis.jpg","width":650,"height":365},"publisher":{"@type":"Organization","name":"Warta Batavia","url":"https://wartabatavia.com","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2018/07/wartabatavia-ico.jpg"},"sameAs":["http://facebook.com","http://twitter.com","https://plus.google.com/ Jegtheme","http://youtube.com","http://jnews.jegtheme.com/default/feed/"]}}

Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement