-->

Header Menu

Pakta Nuklir Era Perang Dingin Runtuh, AS Siap Kembangkan Rudal Darat

author photo 4.8.19
WASHINGTON – Pentagon mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) bermaksud untuk mengembangkan rudal-rudal konvensional berbasis darat yang sebelumnya dicegah di bawah Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

Pemberitahuan itu muncul pada hari waktu pakta kontrol senjata nuklir era Perang Dingin itu runtuh sesudah Washington Mundur secara sepihak, pada hari Jumat.

“Sekarang kami telah mundur, Departemen Pertahanan akan sepenuhnya mengejar pengembangan rudal konvensional yang diluncurkan di darat,” kata Pentagon melalui seorang juru bicaranya via email.

Perjanjian INF diteken Amerika Serikat dengan Uni Soviet tahun 1987 dan semenjak itu dipertahankan Amerika dengan penerus Soviet, yaitu Rusia. Tetapi, beberapa bulan lalu pemerintah Presiden Donald Trump mengumumkan akan Mundur dari perjanjian itu dengan argumentasi Moskow telah melanggarnya.

Traktat kontrol senjata nuklir era Perang Dingin ini mengamanatkan larangan pengembangan rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 sampai 5.500 kilometer. Para analis kuatir runtuhnya perjanjian itu akan menandai dimulainya perlombaan senjata baru antara Washington dengan Moskow.

Eks menteri pertahanan AS William J Perry melalui Twitter ikut menyesalkan runtuhnya perjanjian penting tersebut. “Penarikan AS dari Perjanjian INF hari ini (Jumat) Ialah pukulan besar bagi kontrol senjata nuklir dan keamanan global, kami berjalan dalam perlombaan senjata baru,” katanya, dikutip dari akun Twitter-nya, @SecDef19, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Pentagon, Rusia telah memproduksi senjata ofensif yang dicegah di bawah Perjanjian INF, sehingga membahayakan AS dan sekutunya.

Tudingan ini mengacu pada misil SSC-8, yang dikenal di Rusia dengan nama 9M729. Moskow mengakui misil itu masih sesuai dengan Perjanjian INF 1987 dan Ialah upgrade dari sistem rudal yang lebih tua tanpa menabrak perjanjian.

Bulan lalu, misi AS untuk NATO menyalahkan Rusia atas matinya Perjanjian INF. Washington memberi waktu enam bulan ke Moskow menghancur-leburkan misil SSC-8 untuk menyelamatkan Perjanjian INF. Tetapi, sampai batas waktu berakhir 2 Agustus kemarin, Rusia tetap Tidak mau melakukannya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov ke Russia Today menerangkan Amerika keluar dari perjanjian itu karena sungguh menginginkannya. “1-satunya argumentasi untuk ini terjadi ialah bahwa AS memutuskan untuk melepaskan diri dari perjanjian kontrol senjata yang menjaga kesanggupan AS di daerah ini pada tingkat nol selama beberapa dekade,” katanya.

“Tidak ada yang akan memperoleh keuntungan dari runtuhnya INF,” ujar Ryabkov. “Keamanan semua orang akan dalam bahaya.”

(mas)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement