-->

Header Menu

Isu Korupsi Sudah Digunakan untuk Penyebarluasan Paham Radikal Terorisme

author photo 2.8.19
Direktur Pencegahan BNPT, Brigadir Jend. (Pol) Hamli.
Warta Sunda - Direktur Pencegahan BNPT, Brigadir Jend. (Pol) Hamli, menyebut penyebarluasan paham radikal terorisme tetap terjadi di tengah warga. Sejumlah hal Ikut dijadikan fasilitas, di antaranya isu penanganan korupsi.

Hal itu dikatakan Hamli waktu jadi pemateri Inti di aktifitas Dialog Wanita Agen Perdamaian yang digelar oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Kamis (01/08/2019).

"Yang paling banyak ditemukan ialah himbauan bahwa di Indonesia masih banyak terjadi korupsi, solusinya ialah merubah Indonesia jadi negara syariah," ungkap Hamli.

Korupsi dan terorisme, lanjut Hamli, sesungguhnya tidak mempunyai keterkaitan 1 dengan lainnya secara langsung. Sebab itu argumentasi menjadikan Indonesia  selaku negara syariah bukanlah jalan keluar untuk mengatasi korupsi. "Negara kita telah mempunyai dasar yang telah sama-sama kita sepakati, yaitu Pancasila. Kita jangan terjebak pada ajaan menegakkan syariah selaku kedok penyebarluasan paham radikal terorisme," tandasnya.

Dalam paparannya Hamli juga mengungkapkan hal-hal lain yang jadi fasilitas penyebarluasan paham radikal terorisme, yaitu solidaritas komunal. Penggambaran situasi negatif di negara-negara kebanyakan berpenduduk Muslim yang dibarengi dengan dorongan  ikut merasakan kesengsaraan, ialah bentuk-bentuk solidaritas yang berkemungkinan disusupi paham radikal.

"Bahwa kita ikut prihatin dengan keadaan saudara-saudara kita ialah kewajiban. Tetapi ikut berperang dengan dalih jihad ialah keputusan yang tidak pas," ucap Hamli.

Untuk dapat terhindar dari penyalahgunaan beberapa hal yang dijadikan fasilitas penyebarluasan paham radikal terorisme tersebut, Hamli mengajak warga untuk terus menaikkan pengetahuannya. "Penguasaan pengetahuan yang bagus ialah kunci warga dapat membentengi dirinya sendiri, membentengi Famili, dan lingkungannya," pungkasnya.

Tipu Daya Isu Syariah 
Eks Member Negara Islam Indonesia, Sutisna, yang juga jadi salah seorang pengurus FKPT DKI Jakarta, setuju dengan beberapa hal yang disampaikan oleh Direktur Pencegahan BNPT. Pengalamannya mempertunjukkan isu syariah sungguh digunakan dengan baik oleh kubu penyebar paham radikal terorisme.

"seusai tujuh belas tahun akhirnya saya sadar, bahwa janji-janji itu cuma propaganda. Untuk itu saya mengajak warga, khususnya kaum ibu, mari waspada dengan segala janji-janji yang dikekas dengan isu syariah," kata Sutisna. [Warta Sunda/shk/gg]










Source link

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement