-->

Header Menu

Dubes 50 Negara Termasuk Negara Islam Sokong China soal Kamp Xinjiang

author photo 3.8.19
JENEWA – Para duta besar (dubes) dari 50 negara yang bertugas untuk Kantor PBB di Jenewa (UNOG) menyokong China …. kebijakannya di Xinjiang termasuk penempatan minoritas Muslim Uighur di sejumlah kamp. Puluhan dubes penyokong Beijing itu termasuk dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Mereka Sepakat surat bersama-sama yang ditujukan ke Presiden Dewan HAM dan Komisaris Tinggi HAM PBB soal sokongan tersebut.

sebelum ini pada 12 Juli, sejumlah duta besar di Jenewa menyampaikan surat bersama-sama untuk mempertunjukkan sokongan mereka ke China. Pada Jumat (27/7/2019) malam, hitungan total sokongan lebih banyak bermunculan.

Misi China untuk UNOG mengungkapkan sokongan teranyar itu. Tetapi, dia tidak merinci detail 50 negara penyokong tersebut

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, misi atau duta China menerangkan bahwa beberapa negara lain juga telah merilis sokongan mereka dalam surat atau pernyataan pers secara terpisah.

Mengitip Sputniknews pada Sabtu (3/8/2019), dalam surat bersama-sama, 50 dubes itu memuji China atas kemajuan ekonomi serta sosialnya, langkah-langkah kontraterorisme dan deradikalisasi yang efektif, dan jaminan kuat akan HAM.

Mereka menghargai Peluang yang diberikan oleh China untuk utusan diplomatik, pejabat organisasi internasional, dan profesional media untuk mengunjungi Xinjiang, dan mempertunjukkan kontras antara Xinjiang di mata mereka yang telah berkunjung dengan yang digambarkan oleh beberapa media Barat. Selama ini sejumlah media Barat menggambarkan kamp-kamp di Xinjiang ialah kamp tahanan untuk kisaran 1 juta masarakat minoritas Muslim Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Para duta besar itu juga mendesak sekelompok negara tertentu untuk berhenti mempergunakan informasi yang tidak Disokong fakta untuk melakukan tudingan yang tidak berdasar untuk China.

“Saya terkejut bahwa beberapa orang menyebut pelatihan kejuruan dan pusat-pusat pendidikan ini atau kamp-kamp pengasingan,” kata Vadim Pisarevich, wakil tetap Belarus untuk UNOG, ke Xinhua.

“(Kam-kamp) mereka tidak seperti itu. (Kamp-kamp) mereka tampak seperti Fasilitas pendidikan biasa dan bahkan saya menerangkan bahwa (kamp-kamp) mereka lebih dari ini karena memberikan pelatihan Skill hidup ke para siswa,” kata Pisarevich.

“Itu ialah lembaga yang amat berguna untuk mengatasi problem terorisme, ekstremisme, dan separatisme,” katanya.

“Terorisme dan ekstremisme ialah tantangan yang sulit dipecahkan di seluruh dunia. Dalam berhadapan dengan ancamannya, Daerah Otonomi Uighur Xinjiang merespon dengan sejumlah langkah hukum, termasuk mendirikan pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan, untuk mencegah dan memerangi terorisme dan ekstremisme,” kata Duta China untuk UNOG dalam pernyataan.

“Fakta berbicara lebih keras daripada kata-kata, dan keadilan tidak dapat dibayangi. Keragaman besar negara Sepakat surat—dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa, khususnya OKI —memperjelas bahwa perkumpulan internasional telah menarik kesimpulan yang adil Soal hal pencapaian HAM Xinjiang dan hasil kontraterorisme dan deradikalisasi,” lanjut pernyataan itu.

“Mereka yang berusaha mempergunakan hak asasi manusia sebagai argumentasi untuk memfitnah dan menekan China cuma menipu diri mereka sendiri,” sambung pernyataan tersebut.

“Kami menentang segala usaha untuk mempergunakan isu-isu hak asasi manusia sebagai penutup untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri suatu negara. Kami mendesak mereka yang melakukan hal itu untuk merubah arah, menahan diri dari politisasi dan standar ganda, dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain di bawah dalih hak asasi manusia.”

Pada konferensi pers pada hari Jumat, Duta Besar China untuk UNOG Chen Xu juga menegur beberapa negara Barat karena memfitnah China atas Xinjiang. Dia menerangkan bahwa China tidak menerima tudingan yang tidak berdasar.

Jamshed Khamidov, kepala misi Tajikistan di Jenewa, menerangkan pemerintahnya menentang tiap-tiap usaha untuk mempergunakan Dewan HAM PBB untuk target politik tertentu, dan usaha wajib Dilakukan untuk menghindari politisasi dari Dewan HAM.

“Kami tahu situasi di wilayah Xinjiang. Kami tahu seberapa banyak yang Dilakukan pemerintah China…dan tindakan apa yang diterapkan di wilayah ini untuk menyokong perdamaian, keamanan, dan pembangunannya,” katanya.

Dalam Lawatan ke pelatihan kejuruan dan pusat-pusat pendidikan di Urumqi dan Kashi Xinjiang, kepala misi Republik Demokratik Kongo di Jenewa; Zenon Mukongo Ngay, menerangkan bahwa ia terkesan dengan “tingkat Kemajuan” di Xinjiang dan bagaimana orang-orang di pusat-pusat pelatihan tersebut karena menerima pendidikan untuk memperoleh pekerjaan.

(mas)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement