-->

Header Menu

Beri Penghormatan, laki-laki Ini Buatkan Salib untuk Korban Aksi tembak

author photo 6.8.19
WASHINGTON – laki-laki asal Illinois, Amerika Serikat (AS), rela menempuh perjalanan selama 2 hari untuk menaruh salib bagi para korban aksi tembak pada akhir Minggu lalu. Ia jadi bagian dari masyarakat AS yang Turut menyaksikan kengerian di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, waktu terjadi aksi tembak massal di 2 kota tersebut.

Mengendarai mobil, Greg Zanis melakukan perjalanan ke El Paso, di mana ia menghabiskan waktu beberapa jam untuk menaruh salib di sebuah tempat warning darurat bagi para korban aksi tembak. Salib putih itu menampilkan nama-nama para korban dan sebuah hiasan berbentuk hati.

Ia akan cepat ke ke Dayton untuk melakukan hal yang sama untuk para korban dan kerabatnya.


“Saya merasa amat berkepentingan Ada di sini untuk Famili,” kata Zanis.


“Kami berbicara soal laki-laki bersenjata itu, tetapi hari ini akan berubah, kita akan mulai berbicara soal Famili dan para korban,” imbuhnya seperti dikutip dari Fox News, Selasa (6/8/2019).


“Engkau tahu, saya mesti melihat dan menyaksikan kota tempatku Ada waktu ini,” kata Zanis, berpatokan pada bagaimana tindak aksi anarkis besar yang biasa terjadi di seluruh AS.


“Tidak lama sesudah saya berangkat sekarang saya mesti berangkat ke Ohio,” sambungnya.

Zanis melakukan penghormatan serupa di Las Vegas untuk para korban aksi tembak Route 91 Harvest Festival yang mematikan 58 orang pada 2017. Dia menerangkan dia berkeinginan salib di El Paso akan dihiasi dengan foto-foto para korban dan tanda tangan dari pengunjung.


“Akan ada bunga dan gambar pada mereka. Saya memberi mereka (Famili para korban) satu-satunya hal yang akan mereka tinggalkan,” ujarnya.


Pada hari Sabtu, seorang laki-laki bersenjata mematikan sedikitnya 22 orang waktu dia menembaki Walmart di El Paso. Beberapa jam kemudian, yang lain di Dayton mematikan sembilan orang di distrik hiburan.


Tersangka pelaku aksi tembak di El Paso, Patrick Crusius (21) didakwa melakukan tindakan mematikan berencana. Sementara Connor Betts (24) ditandai sebagai penembak yang meninggal di Dayton.


Pihak berwenang percaya Crusius, yang berasal dari Allen, Texas, memposting manifesto anti-imigran yang meratapi “invasi” orang-orang Hispanik. Ini menandakan bahwa ia kemungkinan menargetkan orang-orang Latin.


El Paso secara konsisten telah dinilai sebagai bagian kota teraman di Amerika, walaupun dekat dengan Cuidad Juarez, Meksiko, yang dianggap bagian kota paling berbahaya.


“Ini masih kota teraman di negeri ini; cuma karena mereka mempunyai 1 aksi tembak itu tidak mendefinisikan El Paso. Engkau menyaksikan cinta yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan kamu lihat di sini di warning ini” kata Zanis.

“Tatkala Anda mempunyai pilihan untuk ikut kemarahan atau ikut cinta, saya katakan mari kita ikuti cinta dan saling mencintai,” pesan Zanis untuk ke-2 pelaku aksi tembak.


(ian)



Warta Batavia by alfiani wardah

This post have 0 komentar

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement