-->

Type something and hit enter

By On

Warta Batavia YAMAN – Arab Saudi melakukan kejahatan perang di Yaman karena menabrak Hukum Humaniter Internasional.


Menurut badan hak asasi manusia Utama PBB dan para ahli menjelaskan dengan tegas bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas kejahatan perang termasuk pemerkosaan, penyiksaan, penghilangan dan “perampasan hak untuk hidup” selama 5 tahun perang melawan Yaman.


Dalam banyak laporan untuk Dewan Hak Asasi Manusia, para ahli PBB telah mecatat kerusakan akibat serbuan udara gabungan yang Disokong AS, satu-satunya power paling mematikan dalam Pertempuran, selama setahun terakhir.


Mereka mendesak masarakat internasional untuk “menahan diri dari menyediakan senjata yang dapat dipakai dalam konflik” – dalam rujukan yang jelas ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris , Prancis dan Australia yang membantu mempersenjatai gabungan yang dipimpin Saudi.

BacaRudal Balistik Badr-F Yaman Hantam Pangkalan Angkatan bersenjata Saudi di Najran.


Badan sokongan kemanusiaan PBB menyebut krisis kemanusiaan di Yaman yang terburuk di dunia – 3 perempat dari populasi lebih dari 20 juta yang memerlukan sokongan kemanusiaan. Perang telah menghancur-leburkan sistem kesehatan dan menyediakan tempat bagi wabah kolera yang terbesar di dunia pada tahun lalu.


Bahkan penyelidikan ahli dan menjalankannya mesti jadi prestasi bagi Dewan Hak Asasi Manusia yang Disokong PBB, yang mengeluarkan resolusi untuk membentuk tim tahun lalu. Sedihnya, karena keberatan Arab Saudi dan sekutunya, Dewan gagal beberapa kali untuk mengotorisasi penyelidikan yang lebih mendalam pada Sangkaan kejahatan perang di Yaman.


Walaupun banyak orang telah meninggal dan negara itu dalam reruntuhan, tidak pernah terlambat bagi badan PBB untuk melakukan hal the best berikutnya: Memperkenalkan resolusi yang menyerukan diakhirinya perang dan melarang serta memaksa negara-negara Barat untuk berhenti mempersenjatai Arab Saudi dan anggota koalisinya.

Badan dunia mesti memaksa Inggris dan AS untuk berhenti menyokong konflik dan memberikan senjata ke Arab Saudi untuk kampanye di Yaman di tengah bukti baru bahwa bom Barat dipakai dalam kejahatan perang yang disengaja.


Bahkan Amnesty International, UNICEF dan Dokter Tanpa Batas setuju bahwa sebagian besar korban sipil dikarenakan oleh serbuan udara yang Dilakukan secara sengaja oleh gabungan angkatan bersenjata yang dipimpin Saudi. Sekarang para ahli PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyimpulkan bahwa beberapa dari serbuan gabungan “dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” PBB mesti mengambil langkah-langkah lebih detail untuk mengakhiri konflik. Dengan cara ini badan dunia dapat menghentikan serbuan udara lebih detail oleh Arab Saudi yang menabrak prinsip-prinsip pembedaan, proporsionalitas dan tindakan pencegahan.


Baik Inggris dan AS juga terlibat dalam kejahatan ini karena memasok Arab Saudi dengan amunisi yang dipakai di Yaman. Mereka bahkan mengisi bahan bakar pesawat perang gabungan Saudi di udara. Misalnya, menurut Pentagon, sebuah bom berpandu laser Amerika pernah dipakai dalam serbuan Saudi yang mematikan 40 bocah kecil.


BacaNYT: Percaya Tidak Akan Menang, UEA Tarik prajurit dari Yaman.

Tetapi dalam laporan PBB, para ahli mendesak masarakat internasional untuk “menahan diri dari menyediakan senjata yang dapat dipakai dalam konflik di Yaman”. Mereka Mengatakan dengan tegas bahwa serbuan udara gabungan telah menghantam “pasar, pemakaman, pernikahan, Fasilitas penahanan, kapal sipil dan bahkan Fasilitas medis.”


Ini mesti lebih dari cukup bagi Dewan PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya untuk menangkap laporan-laporan ini dan menyerukan untuk Inggris dan AS untuk berhenti mempersenjatai Arab Saudi, dan anggota gabungan lainnya. Para anggota gabungan melakukan kejahatan perang, tapi Barat terus menjual persenjataan hebat.


Adapun pemerintah AS dan Inggris, mereka diharuskan di bawah Hukum Internasional untuk mempertimbangkan laporan PBB dan mengambil laporan pelanggaran Hukum Humaniter Internasional dengan amat serius, dan memaksa Arab Saudi untuk mentaati Hukum Humaniter Internasional.


Ini sama sekali bukan laporan yang bias atau dipolitisasi oleh PBB soal kejahatan perang di Yaman. Mereka didasarkan pada fakta dan angka di lapangan, dimana penghasut perang tidak dapat melalaikan tanggung jawabnya. [ARN]


rnrnArab Saudi Menghambat Penyelidikan PBB di Yaman by Ahmad Fawas","author":{"@type":"Person","name":"Ahmad Fawas","url":"https://wartabatavia.com/author/fawas/"},"articleSection":["BERITA DUNIA"],"image":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2019/08/Arab-Saudi-Menghambat-Penyelidikan-PBB-di-Yaman.jpg","width":600,"height":350},"publisher":{"@type":"Organization","name":"Warta Batavia","url":"https://wartabatavia.com","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2018/07/wartabatavia-ico.jpg"},"sameAs":[]}}

Warta Batavia by alfiani wardah

Terima kasih kunjungannya, silahkan berkomentar...

Click to comment